Breaking News:

Di Amerika Peritel Modern Kalah Pamor dari Instagram, Bagaimana di Indonesia?

Fenomena ini menguntungkan bagi peritel mode seperti Zara, H&M, atau Forever 21, lantaran mereka bisa membaca tren masa kini.

CNN
Produk fashion GAP 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK- Peritel mode internasional seperri Gap, Abercrombie & Fitch, dan J. Crew mengalami penurunan penjualan yang tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Alasannya adalah lantaran adanya perubahan pola pikir konsumen, utamanya para belia alias Generasi Z. Para konsumen muda tersebut ingin membeli pengalaman ketimbang barang yang sebenarnya.

Adapun ketika mereka membeli pakaian atau sepatu, mereka ingin memamerkan barang yang mereka beli itu di media sosial.

"Sepanjang hidup mereka, jika tidak bisa dibagikan (di media sosial), maka apapun tidak pernah terjadi. Pengalaman lebih mendefinisikan mereka ketimbang produk yang mereka beli," kata Marcie Merriman, pakar Generasi Z dan direktur strategi pertumbuhan dan inovasi ritel di Ernst & Young.

Di masa kini, pakaian yang diinginkan oleh kaum muda adalah yang bisa diterjemahkan dalam pengalaman di Instagram atau Snapchat.

Selain itu, karena uang yang pas-pasan namun tendensi belanja yang besar, mereka juga cenderung lebih memilih belanja di peritel mode murah namun sesuai selera, seperti Zara atau Forever 21, sehingga mereka bisa mengunggah foto di media sosial.

Fenomena ini adalah fenomena baru, yang membuat peritel mode yang berkembang di era 1990-an mati-matian berjuang untuk tetap dapat eksis.

Fenomena ini menguntungkan bagi peritel mode seperti Zara, H&M, atau Forever 21, lantaran mereka bisa membaca tren masa kini.

Namun, peritel mode lama yang kini juga bertahan di tengah persaingan, seperti Banana Republic, hadir dengan solusi yang diharapkan mampu memitigasi krisis.

Untuk periode Pekan Mode New York bulan ini, Banana Republic akan memberikan kesempatan bagi konsumen untuk membeli koleksi terbaru secara online sesaat setelah dipamerkan di peragaan busana.

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Sumber : Business Insider

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved