Awas, Produk Bahan Bangunan Asal Cina Serbu Pasar Indonesia

Pegangan pintu dan toilet yang diproduksi China dan Malaysia menjadi salah satu barang yang dijual di Indonesia.

Awas, Produk Bahan Bangunan Asal Cina Serbu Pasar Indonesia
TRIBUNNEWS/HERUDIN
President Director PT Debindo-ITE, Effi Setiabudi memberikan keterangan pers penyelenggaraan pameran INDOBUILDTECH 2015, di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA— Berada pada era pasar bebas dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus menerima berbagai konsekuensi. Satu di antaranya adalah terbukanya kompetisi di sektor industri material bangunan.

Jika pemain lokal tidak siap, jangan heran pasar material bangunan di Indonesia akan didominasi oleh pengusaha asing, terutama dari China dan Malaysia.

"Pada era persaingan, kita siap tidak siap, orang asing berdatangan. Dari dulu saya sudah katakan kepada para peserta (pameran), 'Hati-hati, produk China dan Malaysia masuk banyak sekali,'" ujar Presiden Direktur PT Debindo-ITE Effi Setiabudi, di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Barang-barang asing yang masuk, kata Effi, bukanlah barang baru. Terlebih lagi, benda-benda ini justru diproduksi juga oleh industri lokal.

Dia mencontohkan, pegangan (hendel) pintu dan toilet yang diproduksi China dan Malaysia menjadi salah satu barang yang dijual di Indonesia. Tidak hanya itu, harganya juga dibanderol cukup terjangkau.

"Kloset (dari) Malaysia ada yang harganya Rp 4 juta. Kok bisa? Nah, itu perlu diperhatikan oleh pemerintah ataupun industri kita (lokal)," kata Effi.

Negara-negara ini, kata dia, mencoba masuk Indonesia karena pangsa pasarnya luar biasa. Pangsa pasar tersebut dipengaruhi oleh besarnya jumlah penduduk Indonesia, yaitu 240 juta jiwa, lalu kemampuan daya beli yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan politik yang stabil.

Tak bisa larang

Di sisi lain, Debindo sebagai penyelenggara pameran industri material dan interior tidak bisa membatasi barang-barang dari luar untuk dijual dalam pameran.

Effi menilai, pembatasan barang-barang luar negeri di Indonesia sudah tidak lagi relevan pada zaman sekarang.

Masa kini berbeda dengan masa pemerintahan mantan Presiden Soeharto yang memproteksi barang-barang tertentu dari luar negeri.

"Kita kan sudah pasar bebas kalau batas-batasan nanti ada yang protes. Sebenarnya, ada keinginan dari asosiasi (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia), tetapi paling bagus kalau kita siap," kata Effi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi).

Debindo menjadi penyelenggara pameran industri material, interior, dan teknologi terbesar di Indonesia, bertajuk IndoBuildTech, yang digelar di Indonesia Convention & Exhibition (ICE) BSD City, Serpong, Tangerang.

Dalam pameran ke-14 tahun ini, IndoBuildTech diisi oleh 280 perusahaan lokal dan 220 perusahaan internasional.

Penulis: Arimbi Ramadhiani

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved