Breaking News:

Ada Harta Karun dari Ribuan Kapal Tenggelam di Perairan Indonesia, Mau Diapakan?

Tenggelamnya kapal tersebut dapat disebabkan cuaca buruk, menghantam karang, bocornya kapal, atau diserang karena tidak mau membayar pajak

Penulis: Choirul Arifin
Indonesiawaters.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Di perairan Indonesia diduga ada ribuan kapal yang karam di masa lalu sebelum era Kemerdekaan RI. Tak sedikit dari kapal-kapal tersebut membawa aneka muatan berharga. Penyebab karamnya kapal-kapal itu pun beragam.

Pemerintah RI telah mengantisipasi hal itu. Kapal-kapal berikut muatannya ini dikategorikan sebagai kekayaan sumber daya kelautan Indonesia dan masuk dalam kategori Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

Penjelasan Shahandra Hanitiyo, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat-Biro Informasi dan Hukum Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI kepada Tribun, Kamis (3/3/2016) menyebutkan, kapal-kapal karam yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu itu terutama banyak terdapat di jalur lintas dan pusat perdagangan.

Antara lain di Selat Malaka, Laut Jawa, Perairan Sulawesi, dan Perairan Selatan Jawa. "Tenggelamnya kapal tersebut dapat disebabkan cuaca buruk, menghantam karang, bocornya kapal, atau diserang karena tidak mau membayar pajak di wilayah yang dilaluinya," kata Shahandra.

Kapal-kapal tersebut umumnya adalah kapal dagang VOC, Portugis, Amerika, Perancis, Jerman, Belgia, dan Cina.

Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, saat ini terdapat 463 situs kapal tenggelam (shipwreck) yang telah berhasil disurvei di perairan Indonesia dari perkiraan sekitar 3.000-an berdasarkan catatan sejarah.

Namun hingga saat ini baru 10 titik yang telah diangkat yaitu yang terdapat di perairan sekitar Subang, Karawang, Cirebon, Jepara, Batam, Tanjung Pinang, dan Belitung.

Kebijakan BMKT di Indonesia selama ini diarahkan kepada usaha pengangkatan dan penjualan yang dilakukan oleh pihak swasta dan sebagian hasil penjualan diberikan kepada Indonesia.

Namun menurut Convention for the Protection of the Underwater Cultural Heritage, UNESCO, 2001, dinyatakan bahwa kapal-kapal karam dan tinggalan arkeologi bawah air lainnya dianggap sebagai benda cagar budaya yang dilarang untuk dilakukan kegiatan ekspoitasi komersial.

Kegiatan pengangkatan dan penjualan BMKT yang dilakukan selama ini tidak sejalan dengan UNESCO.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved