Pemerintah Diharapkan Tuntaskan Paket Deregulasi

Dibanding dengan negara-negara lain di ASEAN, daya saing ekonomi Indonesia harus diakui masih rendah

Pemerintah Diharapkan Tuntaskan Paket Deregulasi
Tribun Sumsel/ABRIANSYAH LIBERTO
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Dibanding dengan negara-negara lain di ASEAN, daya saing ekonomi Indonesia harus diakui masih rendah. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk segera
menuntaskan paket deregulasi.

Kkarena diyakini dapat meningkatkan kinerja ekonomi, termasuk kinerja sektor industri yang selama ini telah terbukti memiliki ketahanan yang sangat tinggi ditengah keterbatasan berbagai kondisi, terutama dukungan aspek.

Harapan itu mengemuka dalam diskusi publik "Kebijakan Ekonomi dan Daya  Saing Industri Nasional", yang diselenggarakan di Sekolah Pascasarjana Universitas  Nasional, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Diskusi publik ini menghadirkan pembicara Ir. Soleh Rusyadi Maryam, M.M (Vice President PT. Sucofindo); Dr. Suharyono, SE, M.Si (Dosen Pascasarjana Universitas Nasional); dan Kris Sandhi Soekartiwi, M.B.A (Konsultan ASEAN Economic Center, Kementerian Perdagangan).

Kris Sandhi mengemukakan, daya saing menjadi elemen penting di era globalisasi  saat ini. Ia mengutip pendapat Bank Dunia yang menyebutkan, negara-negara di kawasan ASEAN perlu memberikan perhatian yang lebih pada upaya-upaya pembangunan daya saing.

Melalui upaya-upaya untuk membangun produktivitas yang lebih tinggi, disertai dengan investasi pada pendidikan dan pelatihan generasi muda.

Mengenai daya saing Indonesia dalam memasukan Masyarakat Ekonomi ASEAN  (MEA) tahun ini, Kris Sandhi mengatakan, ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN  masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

"Pada tahun 2012, neraca perdagangan Indonesia dengan ASEAN mengalami defisit 11,9 miliar dollar AS. Sementara peringkat daya saing Indonesia nomor 50, di bawah Singapura (2), Malaysia ( 25), Brunei (28), dan Thailand (36)," jelas Kris Sandhi.

Yang perlu dilakukan, lanjut Kris Sandhi, adalah bagaimana pemerintah pusat dan daerah membuat kerangka kebijakan nasional yang mendorong daya saing global, dan kebijakan daerah yang harmonis-inovatif, serta pro pada iklim usaha.

Sementara dunia usaha nasional perlu memperkuat strategi pengusahaan domestik dan ekspansi ke wilayah bisnis di ASEAN.

Terkait paket deregulasi yang dilakukan pemerintah selama ini, Konsultan ASEAN  Economic Center itu mengatakan, bahwa deregulasi diperlukan untuk meningkatkan  daya saing industri nasional agar dapat bertahan di pasar domestik dan berekspansi di  pasar global, khususnya ASEAN.

Halaman
12
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved