Breaking News:

Inspirasi Bisnis

Mengudap Gurihnya Laba dari Gerai Zuppa Soup

Ada empat paket investasi yang ditawarkan, yakni paket senilai Rp 4 juta, Rp 7,5 juta, Rp 15 juta, dan paket kafe senilai Rp 100 juta.

Editor: Choirul Arifin
Zuppazip
Gerai Zuppazip 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Meski pelaku usaha di bisnis di sektor kuliner sudah sesak, namun tetap saja sektor ini menawarkan ceruk pasar yang menganga. Peluang ini yang digarap oleh pasangan suami istri Lies Lurhayati dan Hertjahjo Wisnoegroho.

Mereka menjalankan usaha kuliner Zuppazip pada tahun 2008. Zuppazip menawarkan menu zuppa sup dengan inovasi rasa seperti zuppa rasa rendang, zuppa keju, smoked beef, dan sosis. Untuk mengembangkan usaha, Lies mulau menawarkan kemitraan di 2013.

Kini sudah ada 16 gerai Zuppazip yang beroperasi, diantaranya 12 gerai milik mitra di Bandung, Malang, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Ciledug, Poltangan, Cipinang, dan empat gerai milik pusat yang berada di Bandung. “Rencananya akan buka gerai mitra di Makassar tahun ini,” ujar Lies kepada KONTAN.

Jika tertarik bergabung ada empat paket investasi yang ditawarkan yakni paket senilai Rp 4 juta, Rp 7,5 juta, Rp 15 juta, dan paket kafe senilai Rp 100 juta.

Untuk paket termurah, mitra akan mendapatkan buku SOP, seragam karyawan, bahan baku awal 100 porsi dan alat promosi banner serta brosur. Paket Rp 7,5 juta mitra akan mendapat perlengkapan usaha komplet, bahan baku awal 100 porsi, seragam karyawan, dan fasilitas yang sama dengan paket investasi sebelumnya.

Paket Rp 15 juta, mitra akan mendapat tambahan booth. Sementara pada paket kafe mitra akan mendapat desain interior, bahan baku awal 200 porsi, perlengkapan dan peralatan usaha serta pelatihan karyawan dan media promosi.

Kerjasama berlangsung selamanya, sejauh mitra usaha membeli bahan baku utama ke pusat. Mitra juga tidak dikenakan biaya royalti. Harga jual menu berkisar Rp 12.000 hingga Rp 20.000 per porsi.

Lies menargetkan mitra bisa menjual 30 porsi per hari. Dengan begitu, mitra diperkirakan meraup omzet Rp 360.000 per hari atau sekitar Rp 10,8 juta per bulan.

Untuk paket kafe, omzet usaha bisa lebih besar lagi. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, gaji pegawai, sewa tempat dan biaya operasional lainnya, mitra akan mendapat laba bersih sekitar 40 persen dari omzet per bulan. Dari situ, balik modal kurang dari setahun.

Lies menyarankan luas ruangan minimal 3 meter x 3 meter untuk tipe investasi kafe dan 2 meter x 2 meter untuk tipe paket booth.

Menurutnya, kelebihan Zuppazip terletak pada varian menu yang inovatif dan bahan baku pembuatan yang diolah sendiri sehingga bentuknya berbeda serta cita rasa yang cocok di lidah masyarakat.

Menurut Khoerussalim Ikhsan, Konsultan Waralaba dari Entrepreneur College, pemilik usaha harus memiliki target pasar yang jelas.

Karena camilan ini bukan kudapan lokal jadi sasaran pasar lebih baik kalangan menengah ke atas. Selain itu, tantangannya adalah bagaimana membuat standar produk yang sesuai dengan target pasar yang disasar.  

Kontak: Zuppazip     
Rancabelut No. 137/8B, Padasuka, Cimahi.
HP: 082217221055

 
Reporter Jane Aprilyani

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved