Breaking News:

Menteri Keuangan Sebut Rasio Pajak Indonesia Rendah

"Jika gunakan indikator penerimaan pajak aktual terhadap potensinya, maka Indonesia hanya memiliki kurang lebih setengah dari potensinya,"

Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro membahas Rancang Undang Undang (RUU) Tax Amnesty bersama DPR RI, Selasa (12/4/2016).

Dalam pembahasan tersebut Menkeu memaparkan kondisi penerimaan pajak di Indonesia.

Menurutnya Indonesia tergolong negara yang rasio pajaknya rendah.

Bahkan pajak yang masuk sekarang ini hanya setengah dari potensi pajak yang dimiliki.

‎"Jika gunakan indikator penerimaan pajak aktual terhadap potensinya, maka Indonesia hanya memiliki kurang lebih setengah dari potensinya," ujar Bambang di hadapan anggota Kmisi XI DPR RI.

Faktor penyebab penerimaan pajak tersebut belum maksimal yakni banyaknya wajib pajak yang belum melaporkan hartanya.

Baik itu yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Data-data di Dirjen pajak menunjukkan banyak wajib pajak Indonesia yang menyimpan harta dan asetnya di negara tax haven,"‎ katanya.

‎Selain itu yang menyebabkan tax ratio Indonesia kecil adalah rendahnya kepatuhan melaporkan kewajiban pajaknya.

Wajib pajak yang punya SPT hanya 18 juta jiwa.

Dari 18 juta tersebut hanya 10,9 juta yang terealisasi SPT-nya.

"Mengingat rasio SPT hanya sekitar 60 persen, masih ada potensi 40 persen. data tersebut belum termasuk warga negara 250 juta penduduk yang potensial atau seharusnya punya nomor pokok wajib pajak," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved