Breaking News:

Portal PEKI Sebagai Pusat Registrasi Kontrak Kopi Tujuan Ekspor

Kebijakan Bappeti menyusul keluhan eksportir kopi nasional yang mengeluhkan kondisi persaingan ekspor kopi yang tidak sehat dan merugikan pengusaha

zoom-inlihat foto Portal PEKI Sebagai Pusat Registrasi Kontrak Kopi Tujuan Ekspor
IST
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, pihaknya tengah menganalisa kemungkinan terobosan solusi melalui konsep pendaftaran kontrak kopi (trade registration) tujuan ekspor dan pembentukan harga (price discovery) di Bursa.

Pihaknya akan menyediakan Portal Ekspor Kopi Indonesia (PEKI) sebagai pusat registrasi kontrak kopi tujuan ekspor.

"Melalui PEKI pemerintah dan pelaku usaha kopi akan memiliki informasi dan data tentang potensi ekspor kopi dan memetakan perdagangan kopi Indonesia," kata Bachrul dalam keterangan pers, Senin (1/8/2016).

Kebijakan Bappeti ini menyusul keluhan eksportir kopi nasional yang tergabung dalam Gabungan Eksportir Kopi (GAEKI) yang mengeluhkan kondisi persaingan ekspor kopi yang tidak sehat dan merugikan pengusaha lokal.

Menurut Ketua GAEKI, Moenardji Soedargo, sejak dekade 90-an kegiatan eksportasi kopi mengalami deregulasi dan perusahaan asing diizinkan menjadi eksportir dan bersaing dengan para eksportir kopi nasional.

"Padahal di saat bersamaan, eksportir PMA tersebut juga bertindak sebagai pembeli sehingga terjadi iklim persaingan yang tidak sehat bagi eksportir nasional," kata Moenardji.

Bachrul menerangkan, dengan tersedianya data tersebut eksportir kopi nasional akan dapat menentukan strategi pemasaran kopi untuk menghadapi perusahaan asing yang mampu mengendalikan perdagangan melalui manipulasi (mark-up) informasi volume pasar ekspor kopi Indonesia.

"Sementara dengan pembentukan harga kopi di Bursa Kopi akan membantu petani dan para eksportir dapat memberikan harga acuan (price reference) dalam menentukan harga jual kopinya," ujar Bachrul.

Di samping itu, Bachrul menambahkan, ada beberapa manfaat registrasi kontrak kopi untuk tujuan ekspor. Antara lain, dapat diperoleh data agregate komitmen kontrak, jenis, kualitas dan bulan pengapalan atas ekspor kopi nasional. Data yang terdapat pada portal tersebut akan dapat memberikan gambaran dimensi risiko atas kontrak forward ekspor bagi para pelaku ekspor nantinya.

Selain itu, tidak lagi terjadi miss-informasi yang ada di pasar, karena eksportir dapat mengetahui sudah atau belum terjadinya kejenuhan kopi di pasar. Sehingga sesama eksportir tidak lagi terjadi saling banting harga untuk memenuhi 'kontrak ekspor' yang dimanipulatif, utamanya oleh perusahaan asing yang jumlah sedikit tetapi sangat menentukan tersebut.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved