Rabu, 15 April 2026

Menggenjot Investasi Masih Banyak yang Perlu Dibenahi

Pemerintah sudah dan akan terus berusaha menyederhanakan aturan, antara lain dengan membatalkan 3.153 peraturan daerah

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua umum relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Eben Ezer mengatakan, masih banyak yang perlu dibenahi agar investasi dan perdagangan berjalan lancar.

Pemerintah sudah dan akan terus berusaha menyederhanakan aturan, antara lain dengan membatalkan 3.153 peraturan daerah (Perda). Ini belum cukup, maka perlu masukan masyarakat.

Menurutnya, setelah Relawan menyampaikan masukan, Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah senantiasa mengharapkan masukan masyarakat.

Immanuel mengatakan, saat disampaikan keinginan pemerintah menaikkan kemudahan atau iklim berinvestasi yang masih peringkat 109 dan tahun 2017 mendatang, Presiden Jokowi ingin menjadi peringkat 40, sangat memerlukan dukungan institusi penegak hukum seperti Kepolisian masih banyak yang perlu dibenahi.

Dirinya menyebutkan, pembangunan infrastruktur akan terus ditingkatkan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini membangun jalan tol, ke depan akan menjual yang sudah selesai dibangun, hasil penjualan bisa membangun tol baru.

"Republik Rakyat Tiongkok (RRC) setiap tahun bisa membangun 5.000 sampai 7.000 kilometer jalan tol. Sedangkan kita selama 71 tahun baru bisa membangun 800an kilometer. Kita harus kejar," kata Immanuel kepada wartawan.

Dirinya menyebutkan, supaya BUMN semakin kuat, akan didirikan holding bagi perusahaan-perusahaan sejenis, kemudian didirikan super holding sebagi gabungan sejumlah holding.

"Kita harus bekerja yakin. Dengan dukungan masyarakat dan situasi politik, kita yakin," katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan makan siang bersama pimpinan 29 organisasi relawan, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Pertemuan dengan Presiden Jokowi, merupakan lanjutan Silaturahmi Nasional ribuan relawan dengan Jokowi, Minggu 24 Juli. Dalam pertemuan di Istana Negara, Presiden Jokowi mengulangi imbauan agar masyarakat memberi masukan bagaimana situasi di bawah.

"Mata dan telinga saya adalah relawan. Supaya investasi dan perdagangan lancar, relawan harus memberi tahu apa yang terjadi di bawah," kata Jokowi waktu di Silaturahmi Nasional beberapa waktu lalu.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved