Wapres Akui Utang Indonesia Membengkak akibat Turunnya Penerimaan Pajak

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebut utang Indonesia hingga Agustus lalu tercatat mencapai sekitar Rp 3.400 triliun.

Wapres Akui Utang Indonesia Membengkak akibat Turunnya Penerimaan Pajak
TRIBUNNEWS/NURMULIA REKSO
Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebut utang Indonesia hingga Agustus lalu tercatat mencapai sekitar Rp 3.400 triliun.

Utang tersebut adalah akumulasi dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden RI Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016), JK mengakui beberapa tahun belakangan utang tersebut membengkak.

Salah satu alasannya adalah penerimaan pajak yang turun.

"Akibat anggaran kita besar kemudian pemasukan pajak agak tidak dicapai target, sedangkan proyek berjalan," katanya.

Seperti yang tercantum di APBN 2017, bunga yang harus dibayar Indonesia sekitar Rp 220 triliun.

Kemudian cicilan yang harus dibayar kurang lebih Rp 220 triliun.

Dengan demikian cicilan utang dengan bunganya itu mencapai sekitar Rp 500 triliun.

Jusuf Kalla mengatakan hal itu cukup memberatkan anggaran negara.

Halaman
12
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved