Breaking News:

Begini Caranya Memperoleh Bunga 8,5 Persen Per Tahun Lewat e-Money DOKU

Terobosan yang dilakukan DOKU yakni dengan menggandeng Bareksa yang merupakan marketplace reksadana.

Editor: Danang Setiaji
IST
Kiri ke Kanan: Mochammad Fajrin (Direktur Bareksa), Karaniya Dharmasaputra (Co-Founder/Chairman Bareksa), Paula Komarudin (Direktur PT. Ciptadana Asset Management), Troy Hambali (Business Development DOKU), Thong Sennelius (CEO DOKU), Ady Pangerang (Direktur Utama Bareksa) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menabung di aplikasi e-Money sejatinya tak begitu berbeda seperti menyimpan uang di dalam dompet lantaran tidak mendapat bunga.

Hal inilah yang kemudian menginspirasi DOKU untuk membuat terobosan agar para penggunanya bisa mendapatkan bunga seperti menabung di bank. Terobosan yang dilakukan DOKU yakni dengan menggandeng Bareksa yang merupakan marketplace reksadana.

Pengguna DOKU kini bisa mendapatkan bunga sekitar 8,5 persen per tahun jika membelanjakan uang yang mereka simpan di DOKU wallet untuk membeli produk Cipta Dana Cash, sebuah produk reksadana pasar uang milik PT Ciptadana Asset Management. Modal yang dibutuhkan untuk membeli produk ini pun tidak terlalu besar karena pengguna DOKU sudah bisa membuka akun tabungan reksadana hanya dengan bermodal Rp 100 ribu.

"Reksadana pasar uang risikonya paling rendah. Oleh Manajer Investasi uangnya dibelikan surat-surat utang yang memang berjangka pendek, deposito bank dipilih yang bagus-bagus. Mendapat bunga 8,5 persen per tahun jauh lebih tinggi dari bunga deposito. Dan di reksadana tidak kena pajak. Kalau di deposito masih kena pajak," ujar CEO DOKU, Thong Sennelius, saat berbincang bersama Tribunnews belum lama ini.

Thong menjelaskan regulasi Bank Indonesia menyatakan bahwa semua uang di e-Money tidak boleh mendapat bunga dari penerbit e-Money itu sendiri. Sedangkan pihaknya ingin para pengguna DOKU mendapat imbal hasil dari uang yang mereka simpan di DOKU wallet. Karenanya, kata Thong, pihaknya merasa kerja sama dengan Bareksa sesuai dengan apa yang ingin mereka sampaikan kepada para pengguna DOKU.

"Menyimpan uang di reksadana pasar uang lebih baik, dan itu tujuan dari Bareksa. Kami merasa sesuai dengan apa yang mau kita kenalkan pada anggota DOKU. Supaya mereka menyimpan uang di wallet e-Money kita, dapat imbal hasil yang asik," jelasnya.

"Peraturan Bank Indonesia menyebutkan semua uang e-Money tidak boleh mendapat bunga dari penerbit e-Money itu sendiri. Seperti uang di dompet kita saja, tidak ada bunganya, uang siap pakai. Kami ingin orang yang menyimpan di e-Money kita bisa dapat imbal hasil karena mereka belikan unit-unit di reksadana," paparnya lagi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved