Kementerian BUMN Belum Siap Dirikan Holding BUMN Sektor Jasa Keuangan

"Kami sudah mengomunikasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan nanti juga mungkin diinformasikan proses kelanjutannya dengan DPR"

Editor: Choirul Arifin
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
TINJAU LRT- Presiden Joko Widodo dapat penerangan dari Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) saat meninjau perkembangan proyek pembangunan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (30/9). Pembangunan LRT telah memasuki pengerjaan struktur pada Lintas Pelayanan 1 Cawang-Cibubur (14,5 km) dan Lintas Pelayanan 3 Cawang-Bekasi Timur (18,5 km), sementara Lintas Pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (10,5 km) dalam tahap persiapa. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Rencana pembentukan holding (induk) BUMN di sektor jasa keuangan bakal molor.

Menteri BUMN, Rini Soemarno menegaskan, hingga akhir tahun 2016 ini, pembentukan holding BUMN yang akan selesai, hanya BUMN minyak dan gas (migas) serta BUMN tambang.

Kemarin, Rini bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani membicarakan proses persiapan peraturan pemerintah (PP) terkait induk usaha BUMN.

Menurut dia, pembentukan holding BUMN sektor jasa keuangan harus melalui proses pembahasan dengan DPR sehingga membutuhkan waktu.

"Kami sudah mengomunikasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan nanti juga mungkin diinformasikan proses kelanjutannya dengan DPR," kata Rini, Kamis (17/11/2016).

Rini menambahkan, holding BUMN sektor perbankan (keuangan), jalan tol, perumahan dan pangan, hingga saat ini masih dalam proses.

"Tahun ini kemungkinan kalau semua bisa lancar adalah holding migas sama tambang. Yang lain (hoding) masih dalam proses," jelas Rini.

Padahal, awalnya pembentukan holding BUMN jasa keuangan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Sekadar mengingatkan, holding BUMN jasa keuangan akan dipegang oleh PT Danareksa.

Sebagai induk, anak usaha Danareksa kelak terdiri dari empat bank BUMN ditambah PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah perusahaan switching, dan satu perusahaan aset manajemen.

Sedangkan anak-anak usaha Danareksa akan diserahkan ke PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Namun belakangan, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengincar Danareksa Investment Management dan Danareksa Finance.

Untuk maksud tersebut, BTN telah menganggarkan dana akuisisi hingga Rp 700 miliar. Komisaris Danareksa, Bondan Pristiwandana enggan berkomentar banyak mengenai molornya pembentukan holding BUMN jasa keuangan.

"Holding itu ranahnya pemegang saham," ujar Bondan.

Direktur Tresuri dan Keuangan BTN, Iman Nugroho Soeko menyatakan masih menunggu keputusan dari kementerian BUMN.

Pekan lalu BTN sudah menyampaikan letter of intent atas rencana akuisisi anak usaha Danareksa.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved