Breaking News:

Presiden China Xi Jinping Motori Anggota APEC Tolak Proteksi Perdagangan ala Donald Trump

"Kita harus menolak segala upaya yang ingin merusak kerjasama perdagangan di antara kita," tandas Jinping.

CBC
Presiden China Xi Jinping di KTT APEC di Lima, ibukota Peru 

TRIBUNNEWS.COM, LIMA--  Di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang hendak memproteksi diri dari perdagangan dunia, Presiden China Xi Jinping menegaskan pihaknya bakal membuka akses pasar lebih lebar bagi investor asing dan akses perdagangan global. 

Pada pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Lima, Peru, Jinping menyatakan China membuka pintu lebih lebar bagi terbentuknya hubungan lebih erat antara investor asing dengan pebisnis China.

Jinping mendorong para pemimpin APEC untuk memperdalam dan memperluas kerjasama di wilayah Asia Pasifik.

"Kita harus menolak segala upaya yang ingin merusak kerjasama perdagangan di antara kita," tandas Jinping, seperti dikutip Bloomberg, kemarin. 

Pernyataan Jinping tersebut merujuk kepada rencana Trump yang ingin mengurangi kerjasama perdagangan bebas.

Misalnya, Trump ingin menarik Amerika Serikat dari kerjasama Trans-Pacific Partnership (TPP). 

Jinping mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan terbentuknya kerjasama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Perjanjian ini bakal menguntungkan China.

Lewat RCEP, China berpotensi menggeser dominasi AS di peta perdagangan global. RCEP juga meningkatkan pengaruh politik China di kawasan tetangga seperti Jepang, Vietnam, Malaysia dan Filipina.

“Ini peluang bagus bagi China mempercepat kerjasama RCEP di tengah ketidakpastian masa depan TPP,” ujar He Weiwen, Deputi Direktur Center For China and Globalization. 

Jinping menambahkan, dengan membuka keran bagi investor artinya China akan mengimpor barang senilai sekitar US$ 8 triliun dalam tempo lima tahun mendatang.China juga bakal membuka tangan untuk investasi asing yang mencapai senilai sekitar US$ 600 miliar.

Sementara, China juga memprediksi bakal membenamkan investasi sebesar  US$ 750 miliar di pasar global.

Jinping menyatakan, agenda reformasi ekonomi akan memastikan iklim investasi di China lebih transparan dan lebih disukai investor.

Catatan saja, ada 16 negara yang memproses RCEP. Yang terdiri dari 10 negara ASEAN plus China, Jepang, India, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru. 

Reporter: Dessy Rosalina

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved