Breaking News:

Kolaborasi dengan Perum Perhutani, Bulog Kembangkan Lahan Tebu Belasan Ribu Hektar

Perum Bulog sebagai induk usaha tengah gencar mencari lahan menanam tebu seluas 12.000 hektare (ha) untuk anak usahanya ini.

Editor: Choirul Arifin

Selain itu, Bulog juga berupaya melobi pemerintah akan memberikan jatah kepada GMM mengimpor raw sugar (gula mentah).

Sebab, ketika pasokan tebu dari petani kosong, maka GMM tetap bekerja dengan menggiling gula mentah.

Selama ini, GMM hanya melakukan giling pada saat musim panen tebu rakyat. Artinya dalam setahun ada empat bulan sampai lima bulan saja giling. Selebihnya mesin GMM akan menganggur atawa berhenti beroperasi.

Selama ini, GMM tidak mendapatkan jatauh impor gula mentah dari pemerintah agar tetap dapat melanjutkan produksi ketika belum tiba musim panen.

Namun karena sudah menjadi milik negara, maka GMM mendapatkan kesempatan lebih besar mendapatkan fasilitas yang selama ini tidak didapatkan.

Ketika belum diambilalih Bulog, rata-rata keuntungan yang diraup GMM sekitar Rp 300 miiliar per tahun. Namun terkadang GMM juga merugi bila pasokan kurang.

Reporter: Noverius Laoli

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved