Breaking News:

Jaga Pasokan, Pemerintah Siap Buka Keran Impor gas

Airlangga memaparkan keran impor gas dibuka untuk menjamin ketersediaan pasokan untuk sektor industri.

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto menghadiri acara perayaan ulang tahun Bukalapak ke 7 di Balai Kartini, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017). Dalam sambutannya, ia berharap para fasilitator jual-beli digital bisa meningkatkan jumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah bakal membuka keran impor gas dalam waktu dekat.

"Detailnya masih perlu dibahas. Tapi yang sudah diizinkan untuk dilakukan impor gas," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Airlangga memaparkan keran impor gas dibuka untuk menjamin ketersediaan pasokan untuk sektor industri. Hal itu untuk mencegah harga gas kembali naik.

"Bukan untuk menurunkan, tapi untuk menjamin suplai," ungkap Airlangga.

Dari tujuh baru tiga sektor industri yang diturunkan harga gasnya yaitu, pupuk, baja, dan petrokimia. Sedangkan empat lagi masih dalam pembahasan.

Airlangga memaparkan pemerintah masih menggodok sektor industri mana saja yang bisa diturunkan selanjutnya.

"Empat lainnya kita juga akan dorong untuk daya saing," papar Airlangga.

Sebelumnya, saat membuka rapat tersebut, Presiden Joko Widodo menyebut penurunan harga gas baru berlaku untuk tiga industri, yakni pupuk, baja dan metromini.

Sementara itu, untuk empat bidang industri lainnya, oleochemical, kaca, keramik, dan sarung tangan karet, penurunan harga gas belum terakomodasi.

Padahal, Impor gas pun diyakini sebagai jalan keluar atas masalah ini.

"Bukan menurunkan (harga gas). Tapi menjamin suplai kepada industri," ujar politisi Partai Golkar ini.

Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah sedang menyusun mekanisme yang tepat untuk mengimpor gas dari luar negeri.

Pemerintah juga masih mengkaji negara mana yang akan diajak bekerja sama untuk mengekspor gasnya ke Indonesia.

"Tapi yang utamanya mengenai regulasi impor gas dulu," sambung Airlangga.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved