XL Raup Laba Bersih Rp 378 Miliar pada 2016

Keuntungan tersebut diperoleh dari dampak positif atas penguatan Rupiah terhadap USD, serta hasil dari penjualan menara di periode tersebut

XL Raup Laba Bersih Rp 378 Miliar pada 2016
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, Direktur memberikan kata sambutan pada acara 20 Tahun XL Melayani Indonesia di Jakarta, Selasa (18/10/2016). Dalam usia yang ke-20 XL melangkah lebih maju dengan implementasi teknologi 4T4R untuk memaksimalkan 4G LTE hingga 2 kali lipat, sekaligus 4,5G yang memiliki kemampuan layanan akses internet lebih baik lagi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT XL Axiata Tbk meraup keuntungan bersih pada 2016 lalu sebesar Rp 376 miliar. Keuntungan tersebut diperoleh dari dampak positif atas penguatan Rupiah terhadap USD, serta hasil dari penjualan menara di periode tersebut.

Dengan laba bersih tersebut, XL dianggap berhasil merealisasikan dua tujuan dari agenda pengelolaan neraca keuangan (Balance Sheet Management) yakni mengurangi beban hutang dan meminimalkan dampak dari fluktuasi Forex, karena pada tahun sebelumnya perusahaan tersebut merugi sebesar Rp 25 miliar.

Presiden Direktur & CEO XL, Dian Siswarini dalam rilis tertulisnya, Rabu (1/2/2017) mengatakan, XL berhasil meningkatkan fundamental keuangannya pada level yang sama dengan pada waktu menyelesaikan akuisisi Axis pada awal tahun 2014. Hal ini telah menguatkan dan menjadikan neraca keuangan XL lebih kokoh dan fleksibel sehingga XL bisa lebih fokus untuk melakukan pembangunan dan peningkatan jaringan.

Peningkatan terbesar ada pada laba bersih di mana XL mencatat laba sebesar Rp 376 miliar pada tahun 2016 dibandingkan dengan rugi sebesar Rp 25 miliar di 2015. Keuntungan tersebut diperoleh dari dampak positif atas penguatan Rupiah terhadap USD, serta hasil dari penjualan menara di periode tersebut.

Pada tahun 2016, pendapatan XL menurun sebagai dampak dari pergeseran atas layanan legacy (voice dan SMS) ke Data. Namun, tren di semester kedua 2016 menunjukkan hasil yang lebih positif bagi XL. Per Q4 2016, pendapatan Data mampu menyumbang 50% dari total pendapatan XL, atau lebih baik dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar 31%. Sehingga, pada Q4 2016, Gross Revenue tumbuh didorong oleh pertumbuhan pendapatan data.

Salah satu fokus utama dari strategi 3R adalah optimisasi biaya. Pada tahun 2016 lalu, XL menjalankan penghematan di seluruh aktivitas bisnis, terutama pada perpanjangan sewa menara. Hasilnya, XL telah mampu mendorong peningkatan profil biaya dan profitabilitas bisnis yang lebih baik secara keseluruhan. Dengan demikian, margin EBITDA XL meningkat 1,0% menjadi 37,6% pada tahun 2016 dibandingkan dengan 36,6% pada tahun 2015.

Sepanjang tahun 2016, XL meluncurkan banyak produk-produk inovatif untuk menarik pelanggan, termasuk di antaranya adalah paket combo yang berfokus pada Data. Paket “Combo Xtra”, merupakan paket yang menarik dengan menggabungkan kuota internet (pada 2G/3G/4G), alokasi menelpon “kemana saja”, serta bonus kuota 4G.

Selanjutnya, pada program bundling handset, XL antara lain meluncurkan program “Smartphone XTRA Hemat” yang menawarkan smartphone dibundel dengan paket Combo Xtra untuk jangka waktu tertentu. XL juga meluncurkan “XL Pass” yang memungkinkan pelanggan untuk tetap menggunakan kuota internet HotRod atau Combo Xtra saat bepergian ke negara-negara lain. Program ini terutama ditargetkan pada pelanggan high-end yang sering bepergian ke luar negeri.

XL juga terus melihat potensi yang kuat pada layanan pascabayar XL Prioritas yang merupakan pembenahan dan peluncuran ulang layanan paskabayar, dan berhasil meraih lebih banyak pelanggan dengan ARPU yang lebih tinggi. Selain itu, Pelanggan high value memberikan respon dengan sangat baik terhadap layanan dengan merk premium ini, karena XL Prioritas menawarkan pengalaman mendapatkan layanan yang lebih baik.

Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved