Senin, 20 April 2026

Sri Mulyani: Dana Segar 700 Miliar Dolar AS Berpotensi Masuk ke Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia bakal dapat tambahan dana segar 700 miliar dolar AS

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Adiatmaputra Fajar
Sri Mulyani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia bakal dapat tambahan dana segar 700 miliar dolar AS berbentuk investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI).

Sri Mulyani mengungkapkan, kenaikan peringkat layak investasi (investment grade) yang diberikan oleh Standard and Poor's (S&P) 19 Mei lalu menjadi gerbang masuknya arus modal asing ke dalam negeri.

"Dana FDI bisa mencapai 700 miliar dollar AS," ujar Sri Mulyani di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Mantan Direktur Operasional Bank Dunia memaparkan dana asing pada awalnya sulit masuk ke dalam negeri. Pasalnya Indonesia belum mendapat peringkat dari lembaga peringkat investasi.

Tiga lembaga peringkat investasi yaitu Fitch Rating, Moodys, dan S&P kini sudah mengeluarkan penilaian terhadap Indonesia. Sehingga kata Sri Mulyani potensi investasi asing yang masuk masih besar.

Sejak 19 Mei lalu, Indonesia telah mendapatkan dari ketiganya sehingga dana-dana itu seharusnya bisa masuk ke pasar keuangan dalam negeri.
"Jadi estimasinya ada sekitar investment fund dana yang dikelola sekitar 700 miliar dolar AS, berarti mampu untuk invest ke Indonesia," kata Sri Mulyani.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengakui, kenaikan peringkat dari S&P akan berdampak pada dua sisi. Pertama, tambahan investasi portofolio. Kedua, tambahan investasi asing langsung atau foreign direct investment (DFI).

"Ketika Indonesia mendapatkan investment grade, portofolio mereka (manajemen aset) besarkan. Ada yang bisa meningkat dari enam jadi delapan persen. Jadi portofolio besar sehingga akibatnya dia bisa menempatkan ke Indonesia lebih besar," tambah dia.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved