PLN Tandatangani 53 Perjanjian Jual Beli Listrik Energi Terbarukan

PT PLN (Persero) menandatangani 53 perjanjian jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) tenaga listrik energi baru terbarukan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) menandatangani 53 perjanjian jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) tenaga listrik energi baru terbarukan (EBT) untuk pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP).

Di kesempatan itu turut hadir Menteri ESDM, Ignasius Jonan, jajaran PLN, dan perwakilan perusahaan.

Kontrak itu merupakan kontrak pembangunan pembangkit energi terbarukan dengan total kasitas 400 megawatt. Penandatanganan PPA Listrik dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2017.

Sebanyak 53 PPA listrik berkapasitas 400 megawatt tersebar di sejumlah daerah Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

"Saya mengucapkan selamat kepada bapak-ibu. Hari ini yang ditandatangani 53 termasuk 6 PLTS. Saya sudah katakan kepada PLN, kalau 10 mw kurang silakan, supaya biayanya juga lebih efisien dan bisa lebih cepat prosesnya," tutur Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Rabu (2/8/2017).

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat PT PLN, Nicke Widyawati, mengatakan penandatanganan ini merupakan skala kecil, di mana sejalan dengan tugas PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

"EBT skala kecil ini strategi untuk tingkatkan elektrifikasi daerah terdepan, remote island dan ini sejalan dengan kebijakan energi nasional kita manfaatkan sumber energi primer di masing-masing daerah," tutur Nicke.

Semula, direncanakan penandatanganan PPA listrik bersama 64 perusahaan dengan kapasitas 400 mw. Namun, pada hari ini, hanya terealisasi 53.

"Untuk skala kecil yang sudah diproses pengadaan dari 2 tahun lalu ada 900 mw. Dan sudah dilakukan tahapan pengadan dan hari ini yang sudah mendapat persetujuan harga dari Menteri ESDM ada 400 mw lebih," jelasnya.

Seluruh PPA listrik ini terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), serta Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTB).

Sebagian besar ada PLTMH di 49 lokasi sekitar 300 mw, Biomas dan Bio Gas potensi terbesar di Sumatera Utara dan Kalimantan ada di sembilan lokasi sekitar 50 mw. Lalu, solar di Nusa Tenggara sebesar 50 mw.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved