Proyek Pembangunan Pembangkit Energi Terbarukan Tunjang Potensi Daerah

Sebanyak 53 perusahaan menandatangani kontrak dengan PT PLN (Persero) untuk pembangunan pembangkit energi terbarukan

Glery
PLN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 53 perusahaan menandatangani kontrak dengan PT PLN (Persero) untuk pembangunan pembangkit energi terbarukan dengan total kapasitas 400 megawatt. Proyek ini merupakan rangkaian proyek elektrifikasi 35 ribu megawatt.

Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, mengatakan proyek itu mengedepankan sumber energi terbarukan yang menjadi salah satu potensi daerah.

Menurut dia, salah satu program pemerintah menyediakan kebutuhan listrik masyarakat dengan harga terjangkau. Peningkatan potensi daerah menjadi salah satu cara sehingga memiliki nilai efisiensi.

"Saya harap proyek ini bisa menunjang potensi daerah. Ini juga sebagai salah satu langkah menciptakan smart green," kata Sofyan, kepada wartawan, Rabu (2/8/2017).

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam. Sehingga banyak energi terbarukan yang bisa dikembangkan untuk listrik.

"Untuk menyeimbangkan keekonomian energi, kami mengurangi minyak bumi dan meningkatkan energi terbarukan. Kami mau membangun pembangkit listrik potensi energi terbarukan," kata dia.

Dia berharap supaya perusahaan yang sudah menandatangani kontrak dapat melakukan pembangunan. Sebab, semakin cepat proses pembangunan transmisi dan pembangkit, semakin cepat rasio elektrifikasi terpenuhi.

"Kami berharap kepada IPP melakukan percepatan pada pembangunannya nanti. Sehingga, kami bisa meningkatkan elektrifikasi di negara ini," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved