Breaking News:

Kalah Gugatan Dengan Australia Soal Kemasan Rokok Tanpa Merk, Indonesia Akan Banding di WTO

Australia adalah negara yang sangat ketat dalam memberikan kebijakan impor rokok. Karena dianggap merugikan kesehatan warganya

Penulis: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Indonesia dikabarkan kalah dalam gugatannya mengenai kebijakan pemerintah Australia yang mewajibkan produsen mengekspor ke negara itu dengan kemasan rokok polos tanpa merk di World Trade Organization (WTO).

Meskipun hasil sidang belum diumumkan, namun sejumlah media global telah memberitakan bocoran bahwa gugatan Indonesia yang dibantu oleh tiga negara lain yaitu Kuba, Dominika dan Honduras telah kalah gugatan.

Sejumlah media antara lain BBC, Reuters, Bloomberg dan ABC menyebutkan Australia telah memenangkan atas gugatan Indonesia terkait dengan kewajiban kemasan rokok polos tanpa merk.

"Secara resminya belum diumumkan oleh WTO, tetapi media-media kok sudah tahu. Jadi kalau benar Indonesia kalah, maka kami akan melakukan banding," kata lman Pambagyo, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan lnternasional Kementerian Perdagangan dalam keterangan persnya, Selasa (3/10/2017).

Seperti diketahui, Australia adalah negara yang sangat ketat dalam memberikan kebijakan impor rokok. Karena dianggap merugikan kesehatan warganya, negeri kanguru tersebut mewajibkan produsen rokok untuk membungkus rokok dengan kemasan kosong tanpa merk. Bungkus rokok hanya disertai dengan peringatan rokok berbahaya buat kesehatan, serta gambar-gambar yang mengerikan.

Indonesia, menggugat kebijakan tersebut ke WTO karena beranggapan kebijakan tersebut melanggar hak cipta dan merk, serta bisa terjadi ke produk-produk lain akibat persaingan perdagangan.

Iman mengatakan, pemerintah RI akan melakukan banding bukan karena mendukung manusia untuk merokok, namun karena apa yang dilakukan Australia menjadi preseden buruk.

"Bisa saja nanti negara-negara lain ikut membuat kebijakan yang sama. Atau nanti akan ada kebijakan yang sama terhadap produk-produk lain, misalnya palm oil (minyak sawit)," ujar Iman.

Australia sendiri, jelasnya, sebagai negara importir rokok tidak terlalu berpengaruh terhadap industri rokok Indonesia. "Ekspor Indonesia ke Australia sangat kecil, tetapi akan tetap kami kejar," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved