Pemerintah Mulai Bangun Hunian Berkonsep TOD di Stasiun Juanda dan Tanah Abang

pemerintah mulai membangun rumah susun berkonsep transit oriented development (TOD) di wilayah Stasiun Juanda dan Tanah Abang.

Pemerintah Mulai Bangun Hunian Berkonsep TOD di Stasiun Juanda dan Tanah Abang
Apfia Tioconny Billy
Suasana peresmian pembangunan TOD di stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah Stasiun Tanjung Barat, Pondok Cina, dan Senen, kini pemerintah mulai membangun rumah susun berkonsep transit oriented development (TOD) di wilayah Stasiun Juanda dan Tanah Abang.

Pembangunan rumah susun berkonsep transit oriented development itu diresmikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Untuk Stasiun Juanda dan Tanah Abang, pemerintah menggandeng PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor dan PT KAI (Persero) sebagai penyedia lahan.

Direktur Utama PT PP Tumiyana mengatakan selain terkoneksi dengan KAI, rumah susun yang akan dibangun persis di depan Stasiun Juanda juga akan terintegrasi dengan halte busway Juanda.

"TOD ini terkoneksi dengan tranportasi lainnya. Kita kasih shuttle busway," ungkap Tumiyana dalam sambutannya, Selasa (10/10/2017).

Proyek rusun berkonsep TOD Juanda ini akan dilakukan pembangunan sebanyak dua tower yang akan menampung sebanyak 627 unit hunian yang akan menelan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar.

Adapun rasio rusun TOD untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencapai 36 persen dengan luas ruangan per unit 32 meter persegi dan harga jual 7 juta per meter persegi atau Rp 224 juta per unit.

"Kami juga siapkan tempat seluas 200 meter persegi yang bisa digunakan startup untuk menjalankan bisnisnya," kata dia.

Sementara untuk rusun TOD di Tanah Abang, dibangun dengan lahan 6,2 hektar dibagi 4 stacking. Stacking 1 huniannya 700 unit dengan rasio untuk MBR 35 persen. Di Tanah Abang juga disiapkan lahan untuk startup.

Tumiyana mengharapkan, dengan adanya hunian yang terintegrasi dengan transportasi, akan mempermudah mobilisasi masyarakat tanpa harus mengganti beberapa transportasi.

"Pembangunan ini dapat membuat biaya transportasi penghuni TOD tersebut menjadi lebih efisien karena terintegrasi langsung dengan moda transportasi massal," pungkas dia.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved