Breaking News:

BI: Peredaran Uang Palsu di Indonesia Paling Kecil di Asia Tenggara

“Penurunan ini drastis karena kami melakukan tindakan preventif dengan edukasi dan sosialisasi, serta tindakan tegas dari kepolisian,” ujar Luctor

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukkan uang palsu saat ungkap perkara pembuatan dan pengedaran uang palsu di Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Rabu (18/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa  rasio peredaran uang palsu di Indonesia, merupakan yang paling kecil dibanding negara Asia Tenggara lain.

Direktur Departemen Pengelolaan Keuangan BI, Luctor Tapi Hery, mengungkapkan sejak Januari hingga September 2017 hanya 5 lembar uang palsu dari 1 juta uang yang beredar.

Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan tahun lalu yang memiliki rasio 100 uang palsu dari 1 juta uang yang beredar. Bahkan pada 2015 rasio peredaran uang palsu mencapai 200 lembar dari 1 juta uang yang beredar.

“Penurunan ini drastis karena kami melakukan tindakan preventif dengan edukasi dan sosialisasi, serta tindakan tegas dari kepolisian,” ujar Luctor dalam rilis kasus uang palsu di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Jumlah ini dibandingkan negara Asia Tenggara lain merupakan yang paling kecil.

Baca: Kementerian Perhubungan Selesaikan Audit Keselamatan Penerbangan ICAO

“Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang rasio peredaran uang palsunya selalu baik, Thailand, kita menang. Di Thailand rasio peredaran uang palsunya 6-7 lembar dari 1 juta uang yang beredar,” ungkap Luctor.

Luctor menerangkan hawa uang palsu yang paling banyak beredar di masyarakat yakni rupiah pecahan 100 ribu dan 50 ribu. Rinciannya yaitu sebesar 40% pecahan 100 ribu, dan 40% pecahan 50 ribu.

“Sisanya pecahan-pecahan kecil lainnya. Alasannya, ya para pembuat uang palsu itu ingin banyak untung, makanya pecahan terbesar yang dipalsukan,” jelas Luctor.

Seperti diketahui, Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu pecahan Rp 100 ribu  yang beroperasi yang mengedarkan ke enam provinsi.

Para pelaku diantaranya berinisial S, M, RS, GK alias I, T, dan AR. Mereka ditangkap di empat tempat terpisah yakni Majalengka, Surabaya, Situbondo, dan Madura. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved