Pemerintah Akan Tingkatkan Efisiensi Biaya dan Bongkar Muat Pelabuhan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan ada dua fokus yang dibahas untuk menciptakan efisiensi yaitu waktu dan biaya.

Warta Kota/Alex Suban
Truk peti kemas melakukan proses bongkar muat peti kemas dari kapal di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (25/10/2017).Throughput Terminal Peti Kemas (TPK) Koja Pelabuhan Tanjung Priok di penghujung tahun 2017 diprediksi bakal mencapai 1 juta TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit?s) bila mengacu pada throughput bulan Januari sampai dengan Agustus 2017 yang telah mencapai 654.677 TEUs. TEUs adalah satuan untuk mendeskripsikan kapasitas kapal dan terminal peti kemas. (Warta Kota/Alex Suban) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melakukan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaririman (Kemenkomaritim) membahas mengenai efisiensi pelabuhan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan ada dua fokus yang dibahas untuk menciptakan efisiensi yaitu waktu dan biaya.

"Kita ingin membuat pelabuhan-pelabuhan kita lebih efisien. Kalau kita bicara mengenai efisiensi, maka ada dua yang dimanage, yaitu waktu dan biaya," ucap Budi Karya saat ditemui di kantor Kemenkomaritim, Rabu (1/11/2017).

Budi pun menyadari dari segi harga pelabuhan di Indonesia masih terlalu mahal, dan durasi bongkar muat barang memakan waktu yang cukup lama.

Baca: Beredar Berbagai Kabar Hoax, Kominfo: Registrasi SIM Murni untuk Keamanan Masyarakat!

Sehingga pemerintah akan memperbaiki sistemnya agar pelabuhan Indonesia memiliki daya tarik tersendiri.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Budi menyebut saat ini Kementerian Perhubungan sedang mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan percontohan.

Pegawainya akan bekerja Senin sampai Minggu sehingga bongkar muat barang dan transaksi lainnya tetap bisa dilaksanakan di akhir pekan.

"Akan membuat priok ini menjadi satu contoh, pelabuhan percontohan dengan orangnya mugkin 50-70 persen kita ganti yang baru. Kedua, kita ingin menginisiasi supaya Sabtu-Minggu itu masuk karyawannya," pungkas Budi Karya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved