Breaking News:

Jalan Tol Becakayu yang Baru Diresmikan Jokowi Akhirnya Benar-benar Dijual Waskita Karya

META akan menyiapkan sekitar Rp 9 triliun-Rp 10 triliun untuk pengembangan bisnis di jalan bebas hambatan hingga 2018.

TRIBUNNEWS.COM/BIRO PERS
Presiden RI Joko Widodo, meresmikan pengoperasian Jalan Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu), Jumat (3/11/2017). TRIBUNNEWS.COM/BIROPRES 

Dia hanya mengatakan, pihaknya akan membuka diri untuk berinvestasi di jalan tol yang sudah jadi maupun yang baru akan ditenderkan. "Kalau peluang bisnisnya bagus kami terbuka baik brownfield atau greenfield,"ungkapnya.

META akan semakin agresif ekspansi bisnis tol setelah resmi dikendalikan oleh Metro Pasific Investment Corporation (MPIC) lewat anak usahanya PT Metro Pasifik Tolways Indonesia.

Perusahaan asal Filipina itu telah mengakuisisi 43,32% saham META sehingga kepemilikannya saat ini menjadi 47,08%. MPIC ini merupakan anak usaha dari Salim Group.

META akan menyiapkan sekitar Rp 9 triliun-Rp 10 triliun untuk pengembangan bisnis di jalan bebas hambatan hingga 2018. Sekitar Rp 2,5 triliun akan dipakai untuk menggarap proyek Tol Layang AP.

Pettarani yaitu penambahan lingkup dari tol Ujung Pandang Seksi III milik perusahaan.

Baca: Selangkah Lagi, Minna Padi Kuasai Saham Mayoritas Bank Muamalat

Baca: Baby Margareta Kenalan Pertama dengan Pacar Bulenya di Mal

Sementara sisanya akan digunakan META untuk mengincar sekitar 4 ruas jalan tol tahun 2018. Dua diantaranya ada di Jabodetabek dan dua lagi ada di luar Pulau Jawa.

Seperti diketahui, Tol Becakayu dikelola oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) dimana 98,97% sahamnya dimiliki oleh WTR sebesar 98,97% dan 1,03% digenggam PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Tol ini terdiri dari dua seksi dengan total panjang mencapai 21,5 km. Seksi I dari Jakasampurna-Kampung Melayu 11,5 km dibagi tiha bagian lagi yaitu IA, IB dan IC.

Seksi II dari Jaka Sampurna- Duren Jaya sepanjang 10 km. Seksi 1B dan 1 C tol Becakayu yang melintang dari Cipinang-Jakasampurna sepanjang 8,2 kilometer (km) telah beroperasi pada awal November 2017 lalu.

 
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved