Tarif Hotel Bisa Naik Jika Karyawannya Disertifikasi

salah satu faktor yang membuat mahal tarif kamar hotel, yaitu sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja di bidang pariwisata.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data Jakarta Hotel Association (JHA) mencatat tarif hotel per malam di Singapura mencapai 400 dolar untuk satu orang yang menginap. Sedangkan, di Jakarta tarifnya hanya sekitar 200 dolar Singapura.

Ketua Jakarta Hotel Association Alexander Nayoan menjelaskan salah satu faktor yang membuat mahal tarif kamar hotel, yaitu sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja di bidang pariwisata. Hal ini yang kemudian membuktikan sebuah kualitas pelayanan dari tenaga kerja sebuah hotel atau penginapan.

"Pasti ada hubungan kualitas tenaga kerja. Semakin bagus kualitas pelayanan, tamu tidak akan sungkan untuk bayar mahal," ujar Alex di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Alex memaparkan memiliki gelar sarjana dengan sertifikasi adalah dua hal berbeda dunia pariwisata. Pasalnya, di dalam industri pariwisata sebuah gelar yang diperoleh tidak bisa digunakan jika ingin melamar kerja di luar negeri.

"Ijazah S1 memang diakui di Indonesia. Tapi untuk mencari pekerjaan di luar negeri ijazah S1-S2 tidak laku, kita harus punya sertifikasi," ungkap Alex.

Alex menambahkan jika sertifikasi dicabut, maka pekerja tersebut tidak bisa bekerja di industri pariwisata. Alex pun mengingatkan sertifikasi di sektor pariwisata lebih penting daripada sebuah gelar pendidikan.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved