Jokowi Minta Masukan ke Bank Dunia untuk Benahi Ekonomi Indonesia

"Kami meminta mengenai outlook ekonomi Indonesia seperti apa, kekurangannya seperti apa, diperbaiki dari sebelah mana"

Jokowi Minta Masukan ke Bank Dunia untuk Benahi Ekonomi Indonesia
capture video
Presiden Joko Widodo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - ‎Presiden Joko Widodo meminta masukan kepada Bank Dunia untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkualitas.

‎Menurut Jokowi, masukan dari berbagai lembaga manapun, termasuk Bank Dunia sangat diperlukan untuk dapat menutup kekurangan dari kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.

"Kami meminta mengenai outlook ekonomi Indonesia seperti apa, kekurangannya seperti apa, diperbaiki dari sebelah mana. Ini penting bagi kita untuk perbaiki dan benahi hal yang kurang," tutur Jokowi di ‎Istana Bogor, Selasa (21/11/2017).

Namun, Jokowi tidak menjabarkan langkah dan masukan seperti apa yang disampaikan Bank Dunia yang dihadiri oleh ‎Kepala Perwakilan Bank Dunia Indonesia, Rodrigo Chaves berserta timnya.

Seusai pertemuan, Rodrigo menyampaikan, Bank Dunia memaparkan kondisi perekonomian domestik dan global serta menyarankan pemerintah Indonesia menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Kami mendiskusikan potensi ide ke Presiden untuk mengakselerasi pertumbuhan dan menginvestasikan di sektor sumber daya manusia," tutur Redrigo.

Baca: Gara-gara Kenakan Busana Bunga Matahari, Penyanyi Tenar Katy Perry Dilarang Masuk ke China

Pemerintah terus meningkatkan kompetensi SDM Indonesia, salah satunya dengan program pendidikan dan pelatihan vokasi guna mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Jokowi pernah mengatakan, setelah pembangunan infrastruktur, tahapan besar yang harus dilakukan yaitu pembangunan SDM.

"Berpuluh-puluh tahun di fakultas ekonomi hanya ada jurusan akuntansi, manajemen, ekonomi pembangunan, padahal dunia sudah berubah," ujar Jokowi.

Tercatat, Kementerian Perindustrian pada 2019 menargetkan program pendidikan vokasi industri diikuti sebanyak 1.775 SMK dan 355 industri dengan jumlah lulusan tersertifikasi sebanyak 845 ribu orang untuk 25 kompetensi keahlian bidang industri.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved