Breaking News:

Fintech dan e-Commerce di Indonesia Dilarang Gunakan Bitcoin

Nilai mata uang virtual seperti bitcoin dan ethereum sejak awal tahun mengalami peningkatan yang amat signifikan.

Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai mata uang virtual seperti bitcoin dan ethereum sejak awal tahun mengalami peningkatan yang amat signifikan.

Bahkan, nilai bitcoin sudah menyentuh 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 135 juta.

Lalu, bagaimana pandangan Bank Indonesia (BI) terhadap mata uang virtual tersebut?

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menyebut, bank sentral bakal menerbitkan aturan bagi pelaku layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/ fintech) termasuk e-commerce.

Aturan ini guna melaksanakan prinsip kehati-hatian, menjaga persaingan usaha, pengendalian risiko, dan perlindungan konsumen.

Level playing field atau lingkup usaha dengan lembaga keuangan formal juga perlu dijaga.

Salah satu hal yang diatur dalam aturan tersebut adalah larangan penggunaan mata uang virtual oleh pelaku fintech maupun e-commerce. Pemrosesan mata uang virtual pun dilarang.

"Kami melarang penyelenggara tekfin dan e-commerce serta penyelenggara jasa sistem pembayaran menggunakan dan memproses virtual currency, serta bekerja sama dengan pihak-pihak yang memfasilitasi transaksi menggunakan virtual currency," kata Agus pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Baca: Dibesarkan Monyet di Hutan, Wanita Ini Ditangkap Pemburu dan Dijual ke Rumah Bordil, Begini Nasibnya

Hal ini sebut Agus, dilakukan guna mencegah pencucian uang, pendanaan terorisme, dan menjaga kedaulatan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Kami juga bisa mencegah peluang arbitrase, praktik bisnis tak sehat, dan pengendalian bisnis oleh pihak-pihaik di luar jangkauan hukum NKRI yang dapat merusak struktur industri," kata Agus.

Berita ini sudah tayang di kompas.com berjudul BI Larang "Fintech" dan "E-Commerce" Gunakan Bitcoin

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved