Breaking News:

Awas, Praktik Investasi Bodong Diprediksi Akan Marak di 2018

"Investasi bodong itu jenisnya macam-macam, sedangkan regulasi kita belum tentu bisa meng-cover seluruh jenis investasi tersebut."

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ratusan nasabah Pandawa Group memenuhi halaman depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017). Kedatangan para kreditur yang terjebak investasi bodong tersebut guna menindaklanjuti proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan menyerahkan data keuangan yang akan diverifikasi. Tergugat dalam kasus ini adalah bos Pandawa Group, Salman Nuryanto dan Koperasi Pandawa. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meskipun Satgas Waspada Investasi telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan, praktik investasi ilegal diperkirakan masih akan marak di tahun depan.

Lukas Setia Atmaja, Financial Expert Universitas Prasetya Mulya mengatakan, permintaan dan penawaran terhadap investasi ilegal sama-sama tinggi. Hal itu berakibat pada potensi maraknya jenis investasi tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

"Masih banyak perusahaan yang menawarkan investasi bodong dan di sisi lain masyarakat yang berminat juga banyak," ungkapnya dikutip Kontan.co.id, Kamis (30/11/217).

Lukas melanjutkan, kemajuan teknologi berdampak signifikan terhadap maraknya praktik investasi ilegal. Hal itu membuat entitas dapat menyebarkan informasi investasi ilegal yang dilakukannya dengan mudah, seperti melalui media sosial.

Selain itu, ia berpendapat sistem hukum di Indonesia belum cukup kuat untuk membuat jera para pelaku praktik investasi ilegal.

"Investasi bodong itu jenisnya macam-macam, sedangkan regulasi kita belum tentu bisa meng-cover seluruh jenis investasi tersebut," ungkapnya.

Sementara dari sisi masyarakat, Lukas menilai ada dua tipe masyarakat yang menjadi korban praktik investasi ilegal.

Pertama adalah masyarakat yang memang memiliki kekurangan dalam hal literasi di bidang investasi.

Sedangkan tipe kedua adalah masyarakat yang sebenarnya mengetahui indikasi investasi ilegal, namun tetap sengaja ikut dalam investasi tersebut.

Baca: Gatot Nurmantyo Disiapkan Jadi Calon Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved