EWI Kritisi Kualitas LPG Vivo Beda dengan Pertamina

Energy Watch Indonesia (EWI) mendesak Pemerintah untuk menjelaskan kepada publik, mengenai kandungan LPG merk Nusagaz

EWI Kritisi Kualitas LPG Vivo Beda dengan Pertamina
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pekerja membongkar tabung gas elpiji di salah satu agen di Jakarta, Jumat (4/8/2017). Dari total anggaran pengelolaan subsidi Pemerintah, khusus anggaran subsidi energi ditetapkan sebesar Rp 89,7 triliun atau membengkak sebesar Rp 12,4 triliun dari APBN 2017 yang sebesar Rp 77,3 triliun. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Energy Watch Indonesia (EWI) mendesak Pemerintah untuk menjelaskan kepada publik, mengenai kandungan LPG merk Nusagaz yang diduga tidak sesuai standar.

Pasalnya, kandungan Propana LPG yang diluncurkan VIVO Energy Indonesia tersebut, mencapai 80 persen.

"Apakah kandungan Propana Nusagaz sudah sesuai atau tidak dengan Keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Nomor 2652.K/10/DJM.T/2009 Lampiran ke II tentang Standar dan Mutu LPG jenis Propana,” kata Koordinator EWI, Ferdinand Hutahaean, Kamis (30/11/2017).

Menurut Ferdinand kandungan LPG Vibo sangat berbeda dengan LPG produksi Pertamina yang menggunakan Propana 50 persen dan Butane 50 persen. Imbasnya adalah pada tingkat kualitas LPG tersebut.

“Bedanya tentu di tingkat pengapian dan panas serta warna apinya,” kata Ferdinand.

Ferdinand menegaskan, Pemerintah memang tak punya pilihan lain, kecuali memberi penjelasan kepada publik. Jika tidak, dikhawatirkan akan memunculkan gejolak di masyarakat, karena masyarakat bisa mengambil kesimpulan masing-masing.

“Jika Pemerintah diam saja dan tidak segera menjelaskan secara transparan, masyarakat akan berpikir bahwa wajar saja jika harga Nusagaz lebih murah,” jelas Ferdinand.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved