BI Klaim Transaksi dengan Uang Elektronik Kurangi Penggunaan Uang Logam Hingga 20 Persen

“Secara signifikan menurunkan permintaan uang logam 15 sampai 20 persen. Jalan tol yg biasa menyediakan Rp 1.000 dan Rp 500, nggak menyediakan lagi"

BI Klaim Transaksi dengan Uang Elektronik Kurangi Penggunaan Uang Logam Hingga 20 Persen
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaidi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menilai, program gerakan nasional non tunai, terutama untuk penggunaan uang elektronik untuk pembayaran di Gerbang Tol Otomatis (GTO) bisa meminimalisir penggunaan uang logam. 

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaidi, menyebut, program yang dimuai sejak akhir Oktober 2017 lalu, akan mampu menurunkan penggunaan uang logam antara 15 hingga 20 persen. 

“Secara signifikan menurunkan permintaan uang logam 15 sampai 20 persen. Jalan tol yg biasa menyediakan Rp 1.000 dan Rp 500 itu nggak menyediakan lagi,” kata Suhaidi di Gedung Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta, Jumat (5/1/2018). 

Menurut data Bank Indonesia, hingga November 2017, uang yang diedarkan (UYD) untuk uang logam sebesar Rp 8,4 triliun. Adanya uang elektronik mampu mengurangi penggunaan uang logam sekitar 20 persennya atau senilai Rp 1,68 triliun.  

Baca: Perolehan Lifting Migas 2017 Meleset dari Target APBN-P

Suhaidi menjelaskan, adanya kartu uang elektronik juga terbilang lebih efisien, terutama untuk sarana transportasi karena tidak lagi harus repot dengan kembalian uang kecil. 

“Saya lihat penggunaan uang elektronik di beberapa pertokoan dan sarana transportasi semakin banyak, lebih efisien dan praktis,” kata dia. 

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved