Di Hadapan 600 Investor, Sri Mulyani Ingatkan Jangan Lagi 'Wait and See' di Tahun Politik

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan agar investor tidak lagi bersikap “wait and see” dalam berinvestasi.

Di Hadapan 600 Investor, Sri Mulyani Ingatkan Jangan Lagi 'Wait and See' di Tahun Politik
Syahrizal Sidik
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki tahun politik, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan agar investor tidak lagi bersikap “wait and see” dalam berinvestasi.

Di hadapan lebih dari 600 investor, termasuk 50 investor yang tercatat mengelola portofolio asing serta sekitar 200 nasabah korporasi, Sri Mulyani kembali mengingatkan, bahwa Indonesia memiliki potensi yang bagus.

Hal itu juga didorong dengan seiring membaiknya perekonomian Indonesia. Ani memaparkan, di tahun 2017 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tetap tumbuh di angka 5,07 persen. Hal itu juga didorong oleh kondisi makroekonomi yang stabil dan sentimen positif global seperti terkereknya Ease of Doing Business Indonesia (EoDB) naik ke peringkat 72.

“Secara keseluruhan makro ekonomi akan tetap stabil. Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan, harga makanan stabil kepercayaan konsumen kuat,” papar Ani saat acara Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Sri juga optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik tahun ini, pada kisaran 5,4 persen, melanjutkan momentum pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya.

Ani menambahkan, reformasi struktural juga akan terus dilakukan, baik terkait fiskal, kelembagaan, maupun regulasi untuk meningkatkan iklim investasi. "Terutama di era of knowledge drive economy," jelasnya.

Untuk itu, kata Sri Mulyani, pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan, terutama dari dunia usaha, dan siap bekerjasama untuk meningkatkan iklim investasi di tahun politik.

Sementara itu, di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo dalam paparannya mengungkapkan, tahun ini momentum perbaikan ekonomi Indonesia semakin kuat, didukung oleh perbaikan ekonomi global.

"Tahun politik tidak akan terlalu berpengaruh kepada investasi, terutama investasi asing. Investasi akan lebih banyak dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi makro dan target-target pembangunan yang realistis dan berkualitas," pungkas Agus.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved