Breaking News:

Pemerintah Masih Bahas Skema Pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Pemerintah kembali melakukan rapat koordinasi mengenai kesiapan program Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

TRIBUNNEWS/APFIA
Menteri Koordinator Bidang Kemariman Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah kembali melakukan rapat koordinasi mengenai kesiapan program Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Rakor yang digelar di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman tersebut dipimpin oleh Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Komisaris Utama PT Kereta Api Cepat Indonesia (KCIC) Sahala Lumbangaol.

Usai rapat, Luhut mengatakan salah satu poin pembahasan adalah mengenai skema pembiayaan yang masih dalam tahap penghitungan besarannya.

"Tinggal soal financing," ucap Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (8/2/2018).

Luhut menyebutkan masih ada perbedaan pendapat dari masing-masing pihak, sehingga minggu depan akan kembali dilakukan pembahasan lanjutan.

"Itulah yang saya minta ke Pak Sahala (Komut KCIC) supaya besok minggu depan melaporkan lagi. Karena tadi masih ada perbedaan pendapat," tutur Luhut.

Luhut pun belum bisa memastikan apakah besaran biaya pembangunan akan berubah dari rencana sebelumnya yang mencapai 5,9 dolar Amerika atau sekitar Rp 78,6 triliun.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung nantinya akan dibangun oleh PT KCIC yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dengan Konsorsium China Railways.

Apabila kereta ini sudah beroperasi, waktu tempuh Jakarta-Bandung tidak mencapai satu jam dengan laju kecepatan kereta mencapai 250 km/jam.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved