Breaking News:

Pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mundur Hingga 2020

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung bakal molor hingga 2019

TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menandatangani batu prasasti saat peletakan batu pertama pembangunan proyek kereta cepat Bandung-Jakarta di Desa Mandalasar, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/1/2016). Proyek kereta cepat Bandung-Jakarta merupakan hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok tersebut direncakanan selesai pada tahun 2018 dan diharapkan bisa beroprasi pada awal 2019. TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung bakal molor hingga 2019 atau bahkan 2020.

"Oh iya, kalau itu sudah hampir pasti. Mungkin akhir 2019 atau awal 2020. Tidak apa-apa yang penting jalan," ungkap Luhut saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

Molornya pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung dikarenakan hingga Februari 2018 konstruksi baru mencapai 10 persen. Sedangkan pembangunan massal baru akan dilakukan pada Mei 2018.

Selain itu untuk masalah pembebasan lahan juga baru mencapai 54 persen yang ditargetkan bakal selesai pada Maret 2018.

Dari sektor finansial pun masih belum rampung, karena masih adanya perbedaan pendapat antarpemangku kepentingan.

"Mengenai tanah, sepertinya kami bisa menyelesaikan. Pokoknya akhir bulan ini atau awal bulan depan selesai. Kemudian soal perizinan juga saya minta bulan ini juga bisa selesai," tutur Luhut.

Namun menurut Luhut molornya waktu pengoperasian tidak menjadi suatu masalah, yang penting adalah perencanaan yang matang dan program Kereta Cepat Jakarta Bandung bisa terealisasi.

"Ndak apa-apa (molor) yang penting jalan. Yang penting bagi kita seperti LRT kan. Jadi LRT itu kita enggak mau berhenti jadi lebih bagus dari awal kita lihat dulu modelnya dengan bagus. Udah langkah tegap enggak ada masalah," ucap Luhut.

Proyek pembangunan Kereta Jakarta-Bandung telah dimulai pada Januari 2016 yang peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Lokasi groundbreaking saat itu berada di wilayah Kebun Teh Walini, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km akan menghubungkan Stasiun Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur menuju Stasiun Tegalluar di kawasan Gede Bage, Bandung, Jawa Barat.

Dengan kecepatan 250 km/jam waktu tempuh Jakarta-Bandung diperkirakan tidak mencapai satu jam dengan laju kecepatan kereta mencapai 250 km/jam.

Kereta Cepat JKT-BDG nantinya akan dibangun oleh PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dengan Konsorsium China Railways dengan mengusung tema business to business.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved