Breaking News:

Menteri BUMN Mengakui Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Molor dari Target

Rini Soemarno mengakui pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung molor dari target semula selesai pada tahun depan.

Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengunjung berfoto disamping replika kereta cepat pada pameran Indonesia Business & Development (IBD) Expo 2016 di JCC, Jakarta, Sabtu (10/9/2016). Pameran yang digelar 8-11 September 2016 ini adalah forum bisnis dan pameran dagang berskala internasional yang merupakan manifestasi semangat dan solidaritas komunitas bisnis Indonesia, terutama BUMN. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung molor dari target semula selesai pada tahun depan.

Rini menjelaskan progres pembebasan lahan kereta cepat ini baru 54% dengan rincian 55 kilometer (km) sudah diserahkan kepada pihak kontraktor. Sementara, 22 km sudah persiapan tahap pembangunan, dan 33 km persiapan land clearing.

"Kalau pembangunan sih molor. Karena pembebasan lahannya juga lambat. Karena kita baru dapat penlok (penetapan lokasi) pada 31 Oktober 2017, dan sampai sekarang ini kan masih banyak pebebasan lahan yang harus diminta persetujuan dari kementerian Kehutanan," kata Rini di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (19/2).

Baca: Gunung Sinabung Meletus Hebat, Sejumlah Desa Gelap Gulita

Ia menambahkan, penyelesaian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa dilakukan 32 bulan terhitung pada Februari ini atau selesai pada Oktober 2020.

"Kami masih sangat berharap. Kan sekarang hitungannya 32 bulan. 32 bulan dari pembangunan kan sekarang sudah mulai land clearing di Halim," kata Rini.

Rini juga menargetkan dana pinjaman proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) ini ditargetkan keluar pada Maret 2018 ini.
Dia bilang, pada Maret itu pula dana itu sudah bisa disalurkan, "Pada dasarnya sekarang sudah jalan, karena kita sudah masukkan modal. Dari kita juga, dari sana juga," ucap dia.

Menurutnya, di tahap pertama, kemungkinan yang akan disalurkan oleh China Development Bank (CDB) sebesar US$ 500 juta atau Rp 6,75 triliun dari total pinjaman sebesar US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 78,6 triliun oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium China Railways dengan skema business to business.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dipastikan molor dari target

Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved