Ekonomi Kreatif Siap Sumbang Lebih dari Rp 1.000 Triliun untuk PDB Indonesia

"Gagan kreatif tidak akan pernah habis digali sehingga diharapkan bisa menggantikan sumber daya alam yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi"

Ekonomi Kreatif Siap Sumbang Lebih dari Rp 1.000 Triliun untuk PDB Indonesia
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Acara 'Bincang Bareng Bekraf' di Museum Macan, Wisma AKR, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (26/2/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf memproyeksikan kontribusi industri ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto Indonesia (PDB) akan mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun tahun ini.

Angka proyeksi tersebut sekaligus menjadi target kontribusi ekonomi kreatif (ekraf) terhadap PDB Indonesia tahun ini yang memang dipatok naik dari kontribusi yang diberikan ekraf di tahun 2017 lalu sebesar 922,58 triliun.

Kontribusi ekraf terhadap PDB Indonesia dalam dua tahun terakhir (2016-2017 tercatat naik. Sebagai perbandingan, kontribusi ekraf terhadap PDB Indonesia di tahun 2016 mencapai Rp 852,56 triliun. Dengan target kontribusi terhadap PDB mencapai lebih dari Rp 1000 triliun tahun ini, ada kenaikan dari kontribusi dari 7,38 persen menjadi 7,44 persen.

"Ekraf diyakini terus tumbuh dan berkembang di Indonesia tahun ini dan ditargetkan kontribusinya akan mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun," kata Triawan Munaf di acara 'Bincang Bareng Bekraf di Museum Macan, di Wisma AKR, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Triawan menambahkan, untuk memacu kontribusi sektor bisnis ini terhadap PDB nasional, Bekraf telah menyusun roadmap berupa pengembangan ekosistem ekraf dan mulai direalisasikan tahun ini.

Diantaranya, Coding Mum, Bekraf Animation Conference, Bekraf Creative Labs, Innovative dan Kreatif Kolaborasi Nusantara, Bekraf Festival dan Orbit.

Museum Macan
Aneka koleksi lukisan modern kontemporer dan klasik Nusantara di Museum Macan, Wisma AKR, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (26/2/2018). Karya seni lukis termasuk salah satu subsektor yang saat ini dipacu pengembangannya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Baca: Ketika Managing Director IMF Menyanjung Program Kartu Indonesia Sehat dari Presiden Jokowi

Baca: Ada Nama Syahrini dalam Daftar 96 Saksi Kasus Penipuan Bos First Travel

"Gagan kreatif tidak akan pernah habis digali sehingga diharapkan bisa menggantikan sumber daya alam yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional," kata Triawan Munaf.

Pihaknya selama ini juga membantu akses permodalan kepada start up industri kreatif melalui Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf), Kredit Usaha Rakyat Ekonomi Kreatif, IP Financing, optimalisasi crowdfunding, dan penyelenggaraan forum untuk investor dan filantropi ekraf.

Museum Macan
Aneka koleksi lukisan modern kontemporer dan klasik Nusantara di Museum Macan, Wisma AKR, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (26/2/2018). Karya seni lukis termasuk salah satu subsektor yang saat ini dipacu pengembangannya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Halaman
12
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved