Breaking News:

Melantai di BEI, Saham Sky Energy Naik 50 Persen

Perusahaan produsen modul surya PT Sky Energy Indonesia Tbk hari ini, Rabu (28/3/2018) mencatatkan sahamnya

WARTA KOTA/WARTA KOTA/henry lopulalan
PENAWARAN SAHAM PERDANA - Model menunjukan pruduk PT Sky Energy Indonesia Tbk saat penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Jakarta, Selasa (20/2/2018). Perseroan yang merupakan produsen modul surya terbesar di Indonesia, Pertama dan satu satunya produsen sel surya dalam negeri dengan tingkat kandungan dalam begeri (TKDN) sebesar 43,5% mengeluarkan saham baru dari dalam simpanan (portepel) sebanyak banyaknya 203.256.000 saham biasa yang mewakili sekitar 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum perdana.Kenaikan volume penjualan hingga 2017 adalah sekitar 150% hal ini mengakibatkan penjualan meningkat sebesar 87% dari Rp 168.278 Juta menjadi Rp 314.924 juta. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan produsen modul surya PT Sky Energy Indonesia Tbk hari ini, Rabu (28/3/2018) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

Perusahaan dengan kode saham JSKY ini menjadi emiten keempat yang tercatat di BEI pada kuartal pertama tahun ini.

Saat debut perdananya, saham JSKY langsung naik 200 poin atau setara 50 persen ke level Rp 600 per saham dari harga penawaran awal Rp 400 per lembar sahamnya. Otomatis, saham JSKY langsung terkena autoreject lantaran melebihi batas harian yang ditetapkan oleh BEI.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas 203,26 juta saham baru atau setara dari 20 persen modal ditempatkan dan disetorkan setelah IPO. Artinya, dari helatan IPO, perseroan bakal meraup dana segar sekitar Rp 81,3 miliar.

Ada pun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Dana hasil IPO ini nantinya, bakal digunakan perseroan untuk belanja modal seperti pembelian mesin dan peralatan seiring dengan pengembangan kegiatan usaha, pembelian tanah dan penambahan area produksi.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved