Kereta Cepat

Kebutuhan Dana untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Masih Dihitung

Kementerian Perhubungan menginginkan proyek kereta api Jakarta-Surabaya ini tidak dibebankan sepenuhnya ke APBN.

Editor: Choirul Arifin
ISTIMEWA
ILUSTRASI 


Laporan Reporter Kontan, Sinar Putri S.Utami


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Kementerian Perhubungan masih mengevaluasi proyek kerta semi cepat Jakarta-Surabaya. Termasuk didalamnya pembahasan efisiensi dana.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini pihaknya harus mematangkan lagi proyek tersebut. "Kami juga mau cepat tapi juga harus efisien," ungkapnya kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Yang menjadi titik berat Kemhub dalam menjalankan proyek ini adalah terkait dana.

Kementerian Perhubungan menginginkan proyek kereta api Jakarta-Surabaya ini tidak dibebankan sepenuhnya ke APBN.

"Jangan dari APBN semua, kalau ada swasta lewat KPBU (kerjasama antara pemerintah dan badan usaha) itu lebih baik," jelasnya.

Sebelumnya direncanakan pembiayaan proyek ini akan berasal seluruhnya dari Jepang dalam bentuk soft loan. 

Pinjaman ini bertenor 40 tahun dengan masa tenggang 10 tahun dan bunga 0,5%.

Nilai dari seluruh investasi itu mencapai Rp 60 triliun. Melihat hal itu, Budi bilang cukup berhati-hati untuk soal dana.

"Perhitungannya belum maksimal, tidak apa mundur asal anggaran lebih murah dan sebagian ditanggung APBN kan lebih baik. Kalau dibebankan ke APBN semua membuat utang kami tambah, makanya saya hati-hati sekali," tegas dia.

Untuk itu terkait hal ini, dirinya masih berkomunikasi dengan Japan Bank for International Coorporation (JBIC).

Apalagi, ia bercermin dengan proyek kereta Makassar - Pare-Pare yang bisa dibangun lewat KPBU dengan swasta.

Baca: Bocor! Obrolan Percakapan Mirip Rini Soemarno dan Sofyan Basyir, Ini Tanggapan Kementerian BUMN

Baca: Usher Cantik di Booth Suzuki Raih Mahkota Miss Motor Show di IIMS 2018

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved