Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Terkendali pada Triwulan I 2018

Kendati, diakuinya, ada tekanan pada pasar keuangan yang mengalami peningkatan menjelang akhir bulan April 2018.

Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Terkendali pada Triwulan I 2018
Tribunnews.com/ Rizal Bomatama
Menkeu Sri Mulyani. 

Dari sisi domestik, kata dia, pada bulan April 2018 terjadi kenaikan permintaan valas sesuai pola tahunan. Namun demikian, depresiasi rupiah secara umum masih terjaga dan lebih rendah dibandingkan dengan depresiasi sejumlah mata uang negara emerging maupun negara maju.

Ani menambahkan, fundamental ekonomi pada triwulan I 2018 tetap kuat tercermin dari tingkat inflasi yang terjaga sesuai target inflasi 2018 sebesar 3,5 plus minus 1 persen.

Kondisi APBN yang terus terjaga dengan defisit anggaran dan defisit keseimbangan primer APBN yang jauh lebih kecil dibandingkan triwulan I tahun 2017, di mana realisasi penerimaan PPN tumbuh sebesar 15,03 persen dan penerimaan PPh Non Migas tumbuh sebesar 20,12 persen tanpa Tax Amnesty.

“Pertumbuhan ekonomi diharapkan tetap terjaga sesuai target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan di bawah batas aman 3 persen dari PDB dengan ditopang oleh neraca perdagangan yang surplus.

Di samping itu, ketahanan sektor eksternal juga terjaga tercermin dari posisi cadangan devisa sebesar 126 miliar dolar AS pada akhir triwulan I 2018. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,9 bulan impor atau 7,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor,” ucap Sri Mulyani.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved