Limit Saldo Uang Elektronik Bisa Sampai 2 Juta

Penyempurnaan ketentuan tersebut dituangkan dalam PBI No.20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.

Limit Saldo Uang Elektronik Bisa Sampai 2 Juta
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengendara roda empat menggunakan kartu tol elektronik (e-toll) saat masuk Tol Soroja (Soreang - Pasirkoja) melalui Gerbang Tol Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (5/12/2017). Tol Soroja sudah bisa dilalui masyarakat namun belum secara penuh. Pada Selasa (5/12/2017), pengendara roda empat baru bisa masuk dari Gerbang Tol Soreang tetapi tidak bisa keluar dari gerbang tol lainnya di sepanjang Tol Soroja, termasuk tidak bisa keluar dari Gerbang Tol Pasirkoja karena belum adanya singkronisasi pembayaran. Untuk pengendara tujuan Pasirkoja terpaksa harus keluar melalui Gerbang Tol Kopo dengan dikenakan tarif Rp 2.000 (golongan 1 dan 2) sama dengan kendaraan yang masuk dari Gerbang Tol Pasirkoja dan keluar dari Gerbang Tol Kopo. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTABank Indonesia menerbitkan penyempurnaan ketentuan uang elektronik yang bertujuan mendukung perkembangan ekonomi Indonesia di era digital.

Penyempurnaan ketentuan tersebut dituangkan dalam PBI No.20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.

Dalam aturan tersebut terdapat 15 pokok aturan mengenai penyelenggaraan uang elektronik, salah pokoknya adalah penyesuaian batas maksimal saldo uang eletronik.

Bank sentral menaikkan batas saldo maksimum uang elektronik dari Rp 1 juta kini menjadi Rp 2 juta bagi yang tidak memiliki data pemilik (unregistered).

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengungkapkan, penambahan batas saldo dilakukan selaras dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat akan uang elektronik.

Misalnya, dalam pembayaran tol yang memang sudah nontunai.

Baca: Heboh Wan Gocap di Tanah Abang, Bagi-bagi Rp 50 Ribu Saat Dini Hari

“Limitnya untuk yang unregistered e-money ini kami tingkatkan jadi Rp 2 juta dari yang semula Rp 1 juta,” kata Onny di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Onny beralasan, penambahan saldo uang elektronik didasari kebutuhan. Misalnya, bagi supir angkutan logistik dari Jawa ke Sumatera, kata dia, tak cukup dengan saldo Rp 1 juta. Untuk itu, penambahan saldo menjadi perlu.

Dia juga menambahkan, saldo 2 juta uang elektronik unregistered dinilai masih dalam batas yang wajar.

Adapun, bagi yang memiliki data pemilik (registered), bank sentral menetapksan batas maksimum saldo sebesar Rp 10 juta, tidak mengalami perubahan.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved