Mulai 8 Juni, Truk Diimbau Tidak Lewati Tol Jakarta-Cikampek

puncak tertinggi arus mudik diperkirakan jatuh pada akhir pekan ini dengan lonjakan pemudik sebesar 16%.

Mulai 8 Juni, Truk Diimbau Tidak Lewati Tol Jakarta-Cikampek
/JEPRIMA
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang Kemhub) menyampaikan hasil surveinya bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 9-10 Juni 2018.

Oleh karena itu, Kemhub mengimbau mobil barang dengan ketentuan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu tiga atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan untuk tidak melewati jalan tol Jakarta-Cikampek saat hari Jumat-Minggu ini.

Hal ini dibahas dalam Dialog Publik Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018 di Hotel JS Luwansa Jakarta, Senin (4/6).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi yang juga hadir dalam dialog tersebut menjelaskan, diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 2 tahap yaitu 9-10 Juni dan 13 Juni.

Namun begitu, puncak tertinggi arus mudik diperkirakan jatuh pada akhir pekan ini dengan lonjakan pemudik sebesar 16%.

Oleh karenanya Dirjen Budi menghimbau untuk truk sumbu tiga untuk tidak melintasi tol Jakarta-Cikampek selama puncak arus mudik berlangsung.

"Meski puncak arus mudik dan balik lebih cepat dari ketentuan pengaturan operasional, kami tetap mengimbau truk barang sumbu tiga untuk menghindari ruas tol Jakarta-Cikampek pada tanggal 8-10 Juni dan menggunakan jalur arteri," kata Budi, Senin (4/6).

Sebelumnya Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 34 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018 yang mengatur pembatasan operasional untuk mobil barang dengan ketentuan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

Dalam peraturan tersebut, pengaturan operasional ini akan berlaku pada 12 Juni pukul 00.00 WIB hingga 14 Juni pukul 24.00 WIB. Namun untuk menghindari kepadatan di dalam tol Jakarta - Cikampek, Kementerian Perhubungan mengimbau agar mobil barang tersebut tidak melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek selama periode puncak mudik angkutan lebaran.

Dari 4000 responden dalam Survei Potensi Pemudik 2018 yang dilakukan oleh Balitbang Kemenhub ditemukan bahwa 60% pemudik berasal dari wilayah Jabodetabek. Sebanyak 91% pemudik bergerak menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Selain itu, bagi para pemudik diimbau untuk tidak melewati jalur rawan kepadatan. Beberapa titik rawan kepadatan arah Cikampek antara lain:

1. Simpang Susun Cikunir
2. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/ rest area) 19A
3. Km 21A
4. Km 30A
5. Tempat Istirahat (TI) 33A
6. Km 37- 38 A
7. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) 57 A

Ketujuh lokasi rawan kepadatan tersebut diakibatkan beragam hal, di antaranya akibat pertemuan lalu lintas 3 arah, overload pengunjung rest area, lokasi detour dan pekerjaan Proyek Jakarta-Cikampek Elevated, serta pengurangan jumlah lajur dari 4 lajur menjadi 3 lajur.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Kemhub himbau truk tidak lalui tol Jakarta-Cikampek mulai 8 Juni

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved