Indonesia Jepang Jalin Kerjasama Mulai dari Kereta Cepat Hingga Pelabuhan

Indonesia dan Jepang akan bekerja sama dalam pembangunan sejumlah infrastruktur.

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah kendaraan terjebak antrean panjang di persimpangan Jalan tol Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018). Hampir setiap hari di Kawasan tersebut padat hingga macet diperparah adanya pembangunan tol layang dan Pembangunan proyek kereta cepat. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Indonesia dan Jepang akan bekerja sama dalam pembangunan sejumlah infrastruktur.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan Senin (26/6/2018) kemarin baru saja bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Karno menyebutkan kerjasama tersebut untuk proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Selain itu juga untuk pembangunan Pelabuhan Patimban, Mass Rapid Transit (MRT) dan Tol Transumatera dan Natuna.

"Mereka mau bentuk taskforce langsung dengan kita. Nanti output nya pada 60 tahun kerja sama dengan Jepang," ungkap Luhut saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Baca: Luhut Tantang Fahri Hamzah Hitung Biaya LRT : Saya Cium Kakinya Kalau Saya Salah

Luhut menjelaskan Jepang tertarik ikut berinvestasi dalam proyek pelabuhan Patimban karena kedepannya akan dibangun kawasan industri di kawasan Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur). Sehingga potensi Pelabuhan Patimban dinilai menguntungkan.

"Akan finalisasi menjadi Kawasan ekonomi Industri Terpadu sehingga semua industri yang ada di sana akan keluar dari Patimban bukan dari Priok," ungkap Luhut.

Untuk nilai investasinya Luhut menyebutkan masih dalam tahap pembahasan namun diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

"Detilnya akan dibicarakan lagi itu, miliaran dolar saya gak tau tepatnya," pungkas Luhut.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved