Piala Dunia 2018

Kekalahan Jerman di Piala Dunia Juga Permalukan Goldman dan UBS

Mengutip Finansial Times, kedua lembaga keuangan tersebut sama-sama menjagokan Jerman pada Piala Dunia ke 21 ini.

Kekalahan Jerman di Piala Dunia Juga Permalukan Goldman dan UBS
Instagram @thekfa
Korea Selatan menang atas Jerman dengan skor 2-0, pada Rabu (27/6/2018). 

Laporan Reporter Kontan, Anna Suci Perwitasari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON -  Kegagalan Jerman lolos dari fase penyisihan grup Piala Dunia 2018 berdampak luas. Kali ini giliran Goldman Sachs dan UBS Global Wealth Management yang menjadi bulan-bulanan lini masa.

Mengutip Finansial Times, kedua lembaga keuangan tersebut sama-sama menjagokan Jerman pada Piala Dunia ke 21 ini. 

Goldman Sachs yang mengeluarkan laporan bertajuk 2018 The World Cup and Economics pada 11 Juni lalu meramal, Jerman bakal bertemu Brasil di final Piala Dunia Rusia.

Kala itu, analis Goldman Sachs menyebut, pihaknya menggunakan metode Soccerbot 3000, di mana terdapat 200.000 kemungkinan dengan melakukan 1 juta kali simulasi pertandingan.

"Walau sudah menampilkan segala kemungkinan yang terjadi dalam turnamen tersebut, analisis tersebut tidak siap menghitung kecemerlangan permainan Son Heung Min," tulis Financial Times, Rabu (27/6/2018).

Baca: DPR: Premium Impor Tidak Dihasilkan dari Kilang Minyak Dalam Negeri

Serupa dengan Goldman Sachs, UBS Global Wealth Management yang mengeluarkan laporan berjudul Investing and Football: 2018 World Cup in Russia juga memilih Des Panzer sebagai jawara Piala Dunia 2018.

Dalam laporan tersebut, UBS menggunakan simulasi virtual terhadap 10.000 pertandingan Piala Dunia.

Timnas Jerman yang dikenal sebagai Die Mannschaft, memiliki peluang tertinggi yakni 24% untuk mempertahankan Piala Dunia.

Di posisi berikutnya ada Brasil dengan 19,8% kemungkinan menang dan disusul Spanyol 16,1%.


 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved