Breaking News:

Anak Usaha PT Pelindo II Melantai di BEI

Perusahaan di bidang jasa pelayaran terminal kendaraan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia.

Tribunnews.com/Syahrizal Sidik
Bursa Efek Indonesia kedatangan tiga emiten baru. Perusahaan tersebut antara lain: PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE). TRIBUNNEWS.COM/SYAHRIZAL SIDIK 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan di bidang jasa pelayaran terminal kendaraan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Secara bersamaan, dua perusahaan lainnya yang juga mencatatkan saham perdana pada awal pekan ini ialah perusahaan yang bergerak di sektor transportasi PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) dan perusahaan di sektor properti PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna Setia mengungkapan, dengan menjadi perusahaan publik, ketiga perusahaan tersebut bisa menerapkan prinsip good corporate governance.

"Dengan menjadi perusahaan tercatat, perusahaan harus berkomitmen untuk bagaimana menjaga utilisasi korporasinya ke depan dalam mempersiapkan aksi korporasi, jangan hanya berhenti pada IPO," kata Nyoman di Gedung BEI, Sudirman, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Baca: Cadangan Minyak dan Gas Bumi Bertambah 580 Juta Barel

Saat debut perdananya, saham IPCC naik 4,27 persen ke posisi Rp 1.710 per saham dari harga penawaran Rp 1.610 per saham.

Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melepas 509 juta lembar saham dengan free float 28 persen dari jumlah saham.

Sementara, saham BTPR terpantau naik 70 persen ke posisi Rp 170 per saham dari harga penawaran umum Rp 100 per sahamnya. BTPR melepas 400 juta saham.

Adapun, saham RISE terpantau bergerak naik 69,33 persen menjadi Rp 276 per saham dari harga penawaran umum Rp 163 per saham. Dalam aksi korporasinya, RISE melepas 1,5 miliar saham baru.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved