SP Pertamina Turun ke Jalan, Protes Akuisisi 51 Persen Saham Pertagas oleh PGN

Menurutnya, langkah itu merupakan kesalahan karena menyalahi tujuan pembentukan holding BUMN di sektor migas.

SP Pertamina Turun ke Jalan, Protes Akuisisi 51 Persen Saham Pertagas oleh PGN
IST
Sejumlah karyawan Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSBPP) hari ini turun ke jalan. Mereka mendemo manajemen Pertamina dengan mendatangi kantor pusat PT Pertamina (Persero) di kawasan Gambir Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018). 

Laporan Reporter Warta Kota, Dwi Rizki

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sejumlah karyawan Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSBPP) hari ini turun ke jalan. Mereka mendemo manajemen Pertamina dengan mendatangi kantor pusat PT Pertamina (Persero) di kawasan Gambir Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).

Presiden FSBPP Arie Gumilar menyatakan sejumlah alasan anggota serikat pekerjanya turun ke jalan.

Satu diantaranya adalah memprotes penjualan 51 persen saham anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui skema akuisisi oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Menurutnya, langkah itu merupakan kesalahan karena menyalahi tujuan pembentukan holding BUMN di sektor migas. Yakni, optimalisasi infrastruktur dan kapasitas investasi.

"Perlu digarisbawahi bahwa PGN dimiliki oleh 43 persen publik, dan Pertagas dimiliki 100 persen Pertamina, sehingga skema akuisisi menyebabkan pendapatan Pertagas yang semula menjadi milik Negara atau Pertamina beralih ke Publik," ungkapnya melalui pesan singkat, Jumat (20/7/2018).

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa digelar ribuan pegawai Pertamina di kantor Pertamina Pusat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).
Aksi tersebut merupakan penolakan para karyawan Pertamina terhadap akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa digelar ribuan pegawai Pertamina di kantor Pertamina Pusat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018). Aksi tersebut merupakan penolakan para karyawan Pertamina terhadap akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh Perusahaan Gas Negara (PGN). (IST)

Alih-alih akuisisi, Pertamina seharusnya lebih mengutamakan sinergi bisnis dan operasi.

Misalnya seperti yang telah dilakukan Pertagas atau Pertamina bersama PGN dalam pembangunan pipa gas Duri-Dumai, pembagian wilayah komersial di Sumatera Utara, serta pembentukan anak perusahaan (AP) baru yang bergerak dibidang regasifikasi LNG.

Baca: Ada Aktivitas Pembangunan di Pulau C Bikin Anies Baswedan Marah

Akuisis Pertagas oleh PGN itu selain dinilai salah langkah, penjualan sahamnya juga dinilainya tidak tepat.

Konsekuensi akusisi ini, posisi atau jabatan strategis, yakni Direktur Utama Pertamina dan Presiden Direktur Pertagas menjadi kosong. Belum lagi Direktorat Gas di tubuh direksi Pertamina yang kini juga telah dibubarkan.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved