Breaking News:

Indonesia dan AS akan Bertemu di Jenewa terkait Denda 350 Juta Dollar AS

perwakilan Indonesia akan meminta penjelasan AS soal permohonan mereka agar Indonesia membayar denda 350 juta dollar AS.

TRIBUNNEWS/APFIA
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Senin (19/2/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dan Amerika Serikat akan melakukan pertemuan di Jenewa, Swiss, terkait tindak lanjut keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai kebijakan impor produk hortikultura dan hewan. Pertemuan rencananya digelar pada Rabu (15/8/2018).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, perwakilan Indonesia akan meminta penjelasan AS soal permohonan mereka agar Indonesia membayar denda 350 juta dollar AS.

"Perwakilan akam merinci, apa saya yang menurut mereka tidak kita patuhi. Kita cari kejelasan dulu. Mereka wajib jelaskan yang tidak sesuainya bagaimana," ujar Oke di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Oke mengatakan, dalam rapat panel 22 November 2017 lalu ada 18 hal yang harus diputuskan. Salah satunya yakni Indonesia harus mengubah ketentuan soal impor produk hortikultura dan produk hewan.

Indonesia pun melakukan revisi terhadap regulasi dan menerbitkan Permendag Nomor 64 Tahun 2018 dan Permentan Nomor 24 Tahun 2018 tentang Ketentuan dan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura serta Permendag Nomor 65 Tahun 2018 dan Permentan Nomor 23 Tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan.

Sebagaimana putusan WTO, revisi dilakukan paling lambat 8 bulan setelahnya atau sebelum 22 Juli 2018. Menurut Oke, pemerintah Indonesia telah mematuhi putusan tersebut. Namun, AS hanya diberi waktu 20 hari sejak 22 Juli 2018 menggunakan haknya untuk mengajukan permohonan.

"Mereka belum sempat pelajari mungkin, jadi mereka reserve dulu haknya. Soal keputusan berapa besarnya itu arbitrase yang memutuskan," kata Oke.

"Indonesia sudah menyatakan bahwa kita sepenuhnya sudah memenuhi itu," lanjut dia.

Angka 350 juta dollar AS merupakan potensi kerugian AS akibat kebijakan pembatasan impor produk daging dan hortikultura tahun 2017 silam.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan akan mengirim tim untuk membahas hal tersebut dengan pemerintah AS.

Menurut Darmin, sebelumnya hal ini sudah dibahas saat tim Kementerian Perdagangan bertandang ke AS dan saat itu didapati responsnya positif. Padahal, selama ini banyak produk asal AS yang termasuk komoditi dalam keputusan WTO sudah masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah kedelai yang memang paling besar berasal dari AS.

"Kita setiap hari makan tempe, tahu, itu kedelainya dari Amerika. Tapi untuk (produk) buah-buahan, mereka merasa dihalangi (ekspornya)," kata Darmin.

Menanggapi keputusan WTO yang memenangkan AS dan Selandia Baru, Darmin menuturkan bahwa Indonesia sudah mengubah peraturan yang berkaitan dengan hal itu. Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perdagangan dan Peraturan Menteri Pertanian yang jadi poin keberatan AS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Denda 350 Juta Dollar AS, Indonesia dan AS akan Bertemu di Jenewa"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved