Kepala BKPM Akui Realisasi Pertumbuhan Investasi Kuartal II 2018 Melambat

Kepala BKPM, Thomas Lembong mengakui memang perlambatan terlihat dari adanya data dari Badan Pusat Statistik.

Kepala BKPM Akui Realisasi Pertumbuhan Investasi Kuartal II 2018 Melambat
TRIBUNNEWS.COM/APFIA
Konferensi pers perkembangan investasi kuartal II 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) periode triwulan II tahun 2018 mencapai Rp 176,3 persen.

Jika ditotal selama semester I ini atau dari Januari hingga Juni 2018 mencapai angka Rp 361,6 triliun.

Apabila dibandingkan dengan investasi pada periode yang sama pada tahun 2017 terjadi perlambatan hanya sebesar 3,1 persen yang tercatat Rp 170,9 triliun.

Kepala BKPM, Thomas Lembong mengakui memang perlambatan terlihat dari adanya data dari Badan Pusat Statistik.

Baca: Banderol Suzuki Pick Up Naik Rp 3 Juta Mulai September Ini

"Ada tren signifikan, yaitu perlambatan investasi sebagaimana terlihat dari pengumuman BPS, terjadi perlambatan investasi di triwulan dua, sudah keliatan dari pengumuman angka stastistik ekonomi oleh BPS," ungkap Thomas Lembong di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa (14/8/2018).

Sementara itu selama kuartal II 2018, realisasi PMDN sebesar Rp 80,6 triliun atau naik 32,1 persen dari Rp 61 triliun pada periode yang sama pada tahun 2017.

Sedangkan PMA sebesar Rp 95,7 triliun, turun 12,9 persen dari Rp 109,9 triliun pada periode yang sama di tahun 2017.

Adapun realisasi investasi terbesar pada kuartal II ini terdapat di DKI Jakarta sebesar Rp 29,9 triliun,  Jawa Barat sebesar Rp 22,2 triliun,  Jawa Timur Rp 16 triliun, Banten Rp 14,4 triliun dan Kalimantan Timur sebesar Rp 13,8 triliun.

Kemudian lima negara asal PMA yang paling besar adalah Singapura dengan total 2,4 miliar dolar AS, Jepang 1 miliar dolar AS, R.R Tiongkok 0,7 miliar dolar AS, Hong Kong 0,6 miliar dolar AS dan Malaysia 0,4 miliar dolar AS.

Thomas Lembong menyebutkan faktor-faktor yang memperlambat pertumbuhan realisasi diantaranya karena pelemahan nilai tukar rupiah dan adanya perang dagang AS dan China.

"Harus diakui bahwa gejolak kurs rupiah dan perang dagang AS dengan China telah berdampak pada perlambatan laju investasi," pungkas Thomas Lembong.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved