Indonesia dan Malaysia Jajaki Pelayaran Kapal Roro Rute Dumai-Malaka

PT Pelindo I juga telah membuat kesepakatan dengan Tanjung Bruas Port sebagai operator pelabuhan Dumai – Malaka.

TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Armada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Pelabuhan Merak, Senin (9/4/2018). 

Laporan Reporter Kontan, Dina Mirayanti Hutauruk

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemhub) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Bilateral 2nd Task Force Meeting on Dumai-Malaka RoRo Shipping Service di Riau pada hari ini, Kamis (6/9/2018).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Task Force Meeting pertama yang pada bulan Maret 2018 lalu dihelat di Putrajaya, Malaysia.

Een Nuraini Saidah, Kasubdit Angkutan Laut Luar Negeri mengatakan, pada Task Force Meeting pertama, Indonesia dan Malaysia sudah sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) atau bentuk perjanjian lainnya untuk meresmikan pengimplementasian rute Dumai-Malaka.

PT Pelindo I juga telah membuat kesepakatan dengan Tanjung Bruas Port sebagai operator pelabuhan DumaiMalaka.

“MoU atau persetujuan ini nantinya akan mengatur hal-hal meliputi semua persyaratan atau pengaturan teknis yang dibutuhkan oleh kedua Negara untuk meresmikan rute Dumai-Malaka tersebut,” jelas Een dalam keterangan resminya, Kamis (6/9/2018).

Pada Pertemuan Task Force pertama, lanjut Een, kedua Negara menyepakati agar kedua belah pihak (Indonesia dan Malaysia) dapat mempersiapkan semua informasi dan dokumentasi mengenai Standard Operational Procedure (SOP), persyaratan serta peraturan terkait dengan pengimplementasian rute RoRo tersebut.

Untuk itulah, pada pertemuan kedua ini, institusi dan stakeholder terkait, baik dari Indonesia dan Malaysia diundang untuk membahas mengenai kesiapan kedua Negara dalam mengimplementasikan rute RoRo Dumai-Malaka yang direncanakan untuk beroperasi pada semester pertama tahun 2019.

Pada pertemuan kedua ini, akan dibahas beberapa isu strategis terkait sektor transportasi seperti komoditas dan kesiapan infrastruktur. Pembahasan aspek kesiapan transportasi lebih difokuskan tentang kesiapan Pelindo I, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta ketersediaan kapal.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved