Sinar Mas Agribusiness and Food Ajak Pemasok Bangun Citra Positif Industri Sawit yang Berkelanjutan

SMART SEED bertujuan untuk ajak para pemasok independen diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan

Sinar Mas Agribusiness and Food Ajak Pemasok Bangun Citra Positif Industri Sawit yang Berkelanjutan
m.kompas.com
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit

“Melalui kegiatan seperti SMART SEED, program kunjungan dan lokakarya, kami mengajak para pemasok untuk bermitra dan bersama-sama menerapkan praktek berkelanjutan di industri kelapa sawit,” jelasnya.

“Setelah mencapai 100 persen, kemamputelusuran untuk pabrik minyak kelapa sawit milik Perusahaan, kami masih memiliki pekerjaan besar. Kami menargetkan untuk mencapai 100 persen kemamputelusuran sumber bahan baku pabrik minyak kelapa sawit pihak ketiga pada tahun 2020. Ini merupakan langkah awal yang penting untuk mengenal para pemasok kami, sehingga kami dapat membantu mereka dalam penerapan prinsip dan praktek terbaik industri sawit yang berkelanjutan”, tegas Agus.

Sedangkan Lin Che Wei, Staff ahli Menko Perekonomian menjelaskan bahwa adanya rencana Uni Eropa untuk phasing out biofuel berbasis kelapa sawit pada tahun 2021 adalah berdasarkan alasan-alasan sosial dan lingkungan utamanya kerusakan hutan.

Keputusan Uni Eropa ini tidak datang tiba-tiba. Sudah sejak lama tekanan terhadap impor minyak sawit mendapat tekanan besar, utamanya dengan alasan-alasan lingkungan.

Untuk itulah sejak 2002, sebuah standar keberlanjutan yang dikembangkan bersama-sama oleh para pemangku kepentingan mulai digunakan dalam sektor sawit.

Standar itu dikenal dengan Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO), sebuah standard sertifikasi sawit berkelanjutan yang bersifat sukarela, sesuai dengan nama kelompok pengembangnya.

Sementara di Indonesia, sebuah sistem sertifikasi juga telah dikembangkan yaitu standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dimana sejak 2009, ISPO telah dijalankan sebagai sebuah kewajiban.

“Saat ini, di bawah kepemimpinan Kemenko Perekonomian, sebuah upaya sedang dilakukan untuk membuat ISPO lebih banyak digunakan dan mendapatkan pengakuan internasional. Dengan adanya sertifikasi keberlanjutan yang diakui dunia, pembedaan sawit baik dari sawit yang kurang baik dapat dilakukan dengan mudah. Konsumen dan pembeli minyak sawit di seluruh dunia juga dapat menentukan kebijakannya untuk hanya membeli minyak sawit yang baik,” kata Lin Che Wei.

Adanya sertifikasi keberlanjutan yang diakui dunia, ini sangat diperlukan karena menurut Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), sektor kelapa sawit diperkirakan mampu mengurangi angka kemiskinan lebih dari 10 juta orang, dan minimal 1,3 juta orang di pedesaan mampu keluar dari garis kemiskinan berkat pertumbuhan sektor kelapa sawit.

Ong Hock Chuan, praktisi komunikasi dari Maverick menjelaskan tentang pentingnya menyampaikan dan menyiarkan hal-hal positif tentang industri kelapa sawit.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved