Teknologi Sewage Treatment Plant di Instalasi Pengolahan Air Limbah

Air pembuangan kamar mandi, wastafel, cuci piring dan aktivitas dapur akan terkumpul di instalasi STP

Teknologi Sewage Treatment Plant di Instalasi Pengolahan Air Limbah
IST
Apartemen Green Pramuka City 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apartemen Green Pramuka City serius menyediakan infrastruktur pengolahan limbah di dalam kompleks yang kini dihuni lebih 20 ribu orang.

Lusida Sinaga, Head of Communications Apartemen Green Pramuka City mengatakan, merujuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 122 tahun 2005 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, selaku pengelola kawasan hunian vertikal diwajibkan untuk menyediakan fasilitas instalasi pengolahan air limbah.

"Di sini kami menggunakan teknologi STP (Sewage Treatment Plant) dengan sistem aerasi. Instalasi ini telah kami bangun sejak awal pertama kompleks apartemen," katanya, Rabu (17/10/2018).

Menurut Lusida, limbahcair yang dihasilkan dari aktivitas harian penghuni apartemen Green Pramuka City, seperti dari air pembuangan kamar mandi, wastafel, cuci piring dan aktivitas dapur akan terkumpul di instalasi STP.

Melalui proses Screen Chamber (untuk air limbah toilet) dan Grease Trap (untuk air limbah dapur), air akan mengalami berbagai proses pengolahan di instalasi STP seperti Equalization Chamber, Aeration Chamber (proses pengolahan biologi dan penambahanOksigen), Mixing Chamber(proses pembersihandaribakteri pathogen), Effluent Chamber, Sand Filter dan Carbon Filter (proses penyaringan dari kandungan pasir dan karbon).

Setelah melewati proses di STP tadi, air akan masuk ke dalam Jungle Pond (kolam hidup) yang menjadi indikator akhir kualitas air.

"Kalau kualitas airnya masih di bawah baku mutu lingkungan, akan menyebabkan makhluk hidup di Jungle Pondmati. Tapi kalau ikannya sehat semua, berarti kualitasnya sudah bagus sesuai baku mutul ingkungan,” ujar Lusida.

Di kolam Jungle Ponditu berbagai jenis ikan dan tumbuhan seperti ikannila, ikan mas, ikan patin, ikan lele, enceng gondok dan sebagainya.

“Sesuai peraturan gubernur setiap bulan kami juga mengirim sampel ke laboratorium BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah) , diuji kualitas kandungan airnya,” katanya.

Kapasitas STP saat ini 1760 m3 air untuk 5 tower di depan dan 1100 m3 untuk 4 tower di bagian belakang, dianggap masih cukup buat menampung semua keluaran air limbah penghuni apartemen.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved