Menteri Airlangga Hartarto Sebut Perpres Mobil Listrik Tinggal Diteken Jokowi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan, perpres terkait mobil listrik akan terbit pada akhir 2018.

Menteri Airlangga Hartarto Sebut Perpres Mobil Listrik Tinggal Diteken Jokowi
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kantor Kementerian Perindustrian 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah hinggat saat ini masih menggodok regulasi terkait kendaraan berbasis penggerak listrik.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah selesai merancang aturan itu dan mengirimkan draf untuk disetujui Presiden Joko Widodo dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan, perpres terkait mobil listrik akan terbit pada akhir 2018.

"Hari ini roadmap-nya sedang kita dorong di peraturan pemerintah atau Perpres terkait dengan fasilitas. Fasilitasnya masih dalam tahap harmonisasi dengan Kemenkeu," jelasnya di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Dalam regulasi tersebut, Kemenperin mengusulkan pemberian insentif fiskal bagi industri yang mengembangkan mobil ramah lingkungan.

Insentif yang diberikan berupa tax holiday, keringanan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) dan peringanan bea masuk.

Baca: Pabrikan Otomotif Produksi Mobil Ramah Lingkungan, Kemenperin Usulkan Tax Holiday

"Terutama dengan fasilitas fiskal, di mana fasilitas fiskal ini dibahas bersama dengan super dedictable tax untuk vokasi dan inovasi. Jadi di situ ada terkait dengan PPnBM, terkait dengan roadmap daripada mobil termasuk sedan dan termasuk EV (electric vehicle)," pungkasnya.

Saat ini, Kemenperin bersama pelaku industri otomotif dan perguruan tinggi tengah melakukan studi pengembangan kendaraan itu. Riset ini direncanakan rampung pada Januari 2019.

"UI, ITB dan UGM melakukan studi tentang hybrid dan plugin hybrid. Universitas Udayana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Universitas Sebelas Maret soal aplikasi mobil listrik, durabilitas dan ekosistemnya, terkait juga dengan ketersediaan infrastrukturnya," paparnya.

Airlangga menekankan, proses penerbitan Perpres itu tetap berjalan, dan tidak menunggu studinya selesai terlebih dahulu.

"Perpres tahun ini, tidak usah nunggu studi. Kalau tidak kan orang menunggu," tandasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved