Breaking News:

Bunga Pinjaman Fintech Mencekik Leher Nasabah, Bagaimana Tanggapan OJK dan Asosiasi?

Sekar mengatakan, tingkat bunga pinjaman tekfin saat ini sebetulnya telah disepakati dan diatur oleh para pelaku fintech yang tergabung di AFPI

IST
Tingginya suku bunga yang dikenakan pelaku industri fintech terhadap debitur dan nasbahnya sejak lama dikeluhkan, termasuk juga praktik oknum debt collector yang meneror nasabah. 

Menurutnya, untuk pihak yang sudah terdaftar secara resmi, seharusnya sudah memahami konsekuensi dari pelanggaran tersebut.

Ia menekankan, agar debitur yang meminjam uang di fintech P2P disesuaikan dengan kemampuan.

Soal suku bunga yang tinggi, Sunu menyatakan APFI membatasi total tagihan tidak lebih dari 100 persen dari biaya prinsipal. “Jadi misal pinjam Rp 500 ribu tidak boleh kembali lebi dari 1 juta,” ujarnya.

Modus dan cara penagihan ke debitur oleh perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending yang tidak wajar dan bunga yang terlampau tinggi belakangan dikeluhkan masyarakat.

Baca: Bergaji Rp 50 Juta hingga Kerap Alami Turbulensi, Begini Kisah Pilot Cantik Athira Farina

Mesin Kedua Pesawat Lion Air PK-LQP Ditemukan dalam Kondisi Terbelah Empat

LBH Jakarta kemudian berinisiatif membentuk posko pengaduan untuk korban P2P lending.

Sunu Widyatmoko mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi pihak-pihak yang ingin berusaha di bidang fintech P2P lending untuk mendaftarkan dirinya ke OJK.

Selain itu, P2P lending yang sudah terdaftar di OJK dan berada di bawah naungan AFPI telah melakukan konsolidasi dengan berbagai jenis pinjaman online, serta tengah memformulasi proses penagihan. Pihaknya juga akan melakukan sertifikasi yang ditujukan untuk para penagih.

"Dulu muncul kasus ramai-ramai kita dari asoisasi sudah membuat code of conducts, kemudian code of ethics, dan ada juga komite etik yang meregulasi dan mendisiplinkan anggota dalam melakukan penagihan," jelasnya.

Sunu juga menganjurkan agar pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh fintech P2P lending yang terdaftar secara resmi untuk melapor kepada asosiasi atau pihak terkait agar segera dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved